Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku terus mengampanyekan perlindungan kawasan konservasi di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) sebagai bagian dari komitmen pelestarian ekosistem laut dan penguatan ekonomi biru di wilayah kepulauan tersebut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Erawan Asikin di Ambon, Sabtu mengatakan perlindungan kawasan konservasi bukan saja upaya menjaga habitat laut, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan yang mendukung kesejahteraan masyarakat lokal.

“Perlindungan kawasan konservasi di MBD harus dipahami sebagai investasi jangka panjang untuk keberlanjutan sumber daya laut kita. Dengan ekosistem yang sehat, potensi perikanan, pariwisata bahari, dan pengembangan ekonomi biru akan memberi manfaat besar bagi masyarakat pesisir,” ujar dia.

Kampanye yang disosialisasikan melalui media sosial dan kegiatan lapangan itu menekankan pentingnya menjaga fungsi ekologis kawasan konservasi laut untuk keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan yang menjadi tumpuan masyarakat pesisir di MBD.

Ia  menyebutkan bahwa kawasan konservasi laut di Provinsi Maluku telah mengalami perluasan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk di daerah MBD, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah kabupaten, lembaga konservasi, serta komunitas nelayan.

Apalagi saat ini berdasarkan data, kekayaan biodiversitas di Kawasan Konservasi (KK) Kepulauan Romang dan Damer Maluku Barat Daya memiliki 63 genus karang dari 82 genus di Indonesia, sembilan jenis lamun dari total 14-16 jenis nasional, serta 42 dari 202 jenis mangrove yang ada di Indonesia, bahkan ditemukan 16 spesies laut terancam punah dengan lebih dari 200 individu tercatat saat survei.

Sehingga wilayah tersebut dinilai memiliki peran penting sebagai penyangga ketahanan dan keseimbangan ekosistem sekaligus laboratorium alam untuk memahami ketahanan laut terhadap krisis iklim, dan karena itu masyarakat diajak untuk bersama-sama mendukung perlindungan kawasan konservasi di MBD demi keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan di Maluku.

Menurut dia, kampanye ini tidak hanya bersifat informatif tetapi juga mengajak masyarakat lokal aktif berpartisipasi melalui kegiatan edukasi, pengawasan bersama (community-based management), dan kerja sama lintas sektor untuk memastikan kawasan konservasi dikelola secara efektif serta berkelanjutan.

Lebih jauh, ia mengajak generasi muda dan pelaku usaha lokal untuk turut serta dalam kampanye ini guna menciptakan kesadaran bahwa pelestarian lingkungan laut akan berdampak positif terhadap ketahanan pangan dan ekonomi komunitas pesisir di masa depan.

“Kita ingin kawasan konservasi di MBD menjadi contoh pengelolaan ekosistem laut yang seimbang antara perlindungan alam dan pemanfaatan sumber daya yang bertanggung jawab,” ujar dia.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Ikhwan Wahyudi

COPYRIGHT © ANTARA 2026