Penajam Paser Utara (ANTARA) - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) berupaya menghadirkan ekosistem energi di ibu kota negara baru Indonesia yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
"Pembangunan IKN tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik saja," ujar Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono di Sepaku, Penajam Paser Utara, Minggu.
Tetapi, katanya, juga pada keberlanjutan ekosistem energi dan kemudahan berusaha yang kompetitif.
Otorita IKN mengambil langkah strategis memperkuat kerja sama dengan pelaku usaha sektor energi, salah satunya PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), serta mengunjungi PHM Lapangan Handil Central Processing Area (HCA).
Kemudian, PHM Senipah, Peciko, & South Mahakam (SPS) yang berada di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara yang masuk kawasan IKN.
"Sinergi antar-instansi dan perizinan dalam mendukung operasional sektor usaha di IKN sangat penting," katanya.
Otorita IKN memastikan dukungan perizinan kegiatan yang dilaksanakan PT PHM, sehingga kolaborasi bakal semakin lebih baik, serta memudahkan perusahaan dalam melakukan operasi dan produksi ke depannya.
Otorita IKN dan PT PHM juga membahas berbagai peluang kerja sama dan kolaborasi pembangunan IKN, serta Superhub Ekonomi Nusantara (SEN).
Pembahasan mencakup program unggulan setiap instansi serta potensi kolaborasi dalam sektor lingkungan dan penguatan langkah diversifikasi sektor ekonomi di IKN.
General Manager PT PHM, Setyo Sapto Edi mengatakan Otorita IKN mendukung kelancaran operasional perusahaan, sehingga perusahaan bisa menjalankan operasional dengan optimal ke depannya.
Kemudahan, perizinan yang kini terpusat di IKN menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kegiatan operasional perusahaan, PT PHM terus mendukung kemandirian energi untuk memajukan ibu kota negara baru Indonesia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Otorita berupaya hadirkan ekosistem energi di IKN
Pewarta: Nyaman Bagus PurwaniawanUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.