Ambon (ANTARA) - Rumah Sakit Kapal (RSK) Nusa Waluya II milik organisasi kemanusiaan Doctor Share melayani 5.445 pasien selama delapan pekan beroperasi di Desa Benjina, Kecamatan Aru Tengah, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku.

Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel di Aru, Senin, menyampaikan apresiasi atas kontribusi RSK Nusa Waluya II dalam membantu pelayanan kesehatan masyarakat secara gratis di wilayah kepulauan itu.

“Pelayanan Rumah Sakit Kapal di Wiayah Benjina sangat membantu pemerintah daerah di bidang kesehatan. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena rumah sakit apung ini telah melayani 5.445 pasien,” katanya.

Ia menyebutkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Kepulauan Aru yang mencapai lebih dari 100 ribu jiwa, maka sekitar lima persen masyarakat telah memperoleh layanan kesehatan dari RSK Nusa Waluya II selama masa pengabdian tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh tim kesehatan dan kru rumah sakit kapal yang sudah melayani masyarakat Aru secara sukarela dan gratis,” ujarnya.

Ia juga mengakui pelayanan kesehatan di daerah setempat masih menghadapi sejumlah kendala, terutama akibat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada sektor kesehatan dan pendidikan.

Ia mencontohkan masih terdapat puskesmas yang kekurangan obat maupun tenaga medis.

Oleh karena itu, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan dasar, khususnya bagi aparatur sipil negara (ASN) tenaga kesehatan yang tidak menjalankan tugas secara optimal.

“Kita tahun 2026 ini akan ada tindakan disiplin bagi pegawai ASN kesehatan dan pendidikan yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik,” katanya.

Direktur RSK Nusa Waluya II dr Li Agustina Darmawan menjelaskan selama delapan pekan pelayanan di Desa Benjina, tim medis telah memberikan layanan komprehensif kepada ribuan pasien dengan berbagai jenis penyakit.

“Total penerima manfaat atau pasien yang kami layani sebanyak 5.445 kunjungan, dengan dukungan 20 relawan tenaga medis spesialis, terdiri atas spesialis penyakit dalam, anak, kandungan, bedah dan anestesi,” katanya.

Ia merinci dari total tersebut terdapat 233 pasien yang menjalani operasi, terdiri atas 175 operasi mayor dan 58 operasi minor.

Selain itu, pelayanan poli spesialis mencapai 794 pasien, 298 pasien non-poli umum, serta 640 kunjungan poli gigi, sementara sisanya hanya melakukan pemeriksaan dasar.

Tim medis juga menangani tiga persalinan di atas kapal, terdiri atas satu persalinan melalui operasi sesar dan dua persalinan normal.

Dia mengemukakan tingginya jumlah kunjungan menunjukkan masih besarnya kebutuhan layanan kesehatan spesialistik di wilayah kepulauan dan daerah terpencil, seperti Kabupaten Kepulauan Aru, sehingga kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan menjadi penting dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026