Ambon (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku memperketat pengawasan distribusi dan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepala Disperindag Provinsi Maluku, Achmad Jais Ely, di Ambon, Rabu mengatakan pemerintah meningkatkan sistem pemantauan dengan menerapkan sistem peringatan dini guna mengantisipasi gangguan distribusi, terutama akibat faktor cuaca serta lonjakan permintaan.

“Distribusi stok ke 11 kabupaten/kota telah dilakukan lebih awal melalui koordinasi intensif dengan distributor serta perusahaan pelayaran yang melayani rute antarpulau,” katanya.

Selain memastikan kelancaran distribusi, Disperindag juga melakukan pemantauan stabilitas harga secara intensif di Pasar Mardika.

“Hingga saat ini, stok pangan kita aman dan distribusi berjalan lancar. Disperindag terus menjaga kestabilan sekaligus mengimbangi permintaan masyarakat menjelang Idul Fitri,” ujar dia.

Berdasarkan hasil pemantauan Disperindag Maluku per akhir Februari hingga awal Maret 2026, harga sejumlah komoditas di Pasar Mardika menunjukkan dinamika sebagai berikut: beras berada pada kisaran Rp15.000-Rp19.000 per kilogram tergantung jenis dan kualitas, gula pasir Rp19.000-Rp21.000 per kilogram, serta minyak goreng Rp15.000-Rp24.000 per liter.

Selanjutnya, bawang merah tercatat sekitar Rp55.000 per kilogram, bawang putih Rp45.000 per kilogram, dan telur ayam sekitar Rp36.000 per kilogram.

Ia menyebutkan, status ketahanan pangan di seluruh kabupaten/kota masih dalam kategori aman dengan cadangan mencukupi hingga tiga bulan ke depan.

“Ketahanan beras mencapai 92 hari, minyak goreng 49 hari, terigu 115 hari, dan telur ayam 18 hari. Artinya, masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan,” ujarnya.

Disperindag juga melakukan monitoring harian harga serta operasi pasar terpadu dengan dukungan aparat kepolisian untuk menindak praktik penimbunan dan spekulasi harga yang merugikan konsumen. Koordinasi dilakukan secara terintegrasi dengan instansi terkait guna memastikan pengawasan di lapangan berjalan efektif.

“Kami tidak akan mentolerir pelanggaran regulasi yang merugikan masyarakat. Masyarakat sebagai konsumen juga kami minta segera melaporkan jika menemukan harga tidak wajar di pasaran,” tegasnya.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026