Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis mendorong ekspor beras nasional ke berbagai negara lain setelah keberhasilan pengiriman 2.280 ton beras untuk jamaah haji Indonesia di Arab Saudi guna memperluas pasar global.
"Ini sangat bagus dan mudah-mudahan bisa dikirim ke negara-negara yang lain," kata Abdul Kharis dalam pernyataan di Jakarta, Kamis.
Dia juga mengapresiasi ekspor perdana 2.280 ton beras Indonesia ke Arab Saudi yang dilepas langsung oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman di Gudang Perum Bulog Jakarta.
Abdul Kharis menyampaikan kebanggaannya atas pengiriman perdana beras Indonesia ke Arab Saudi tersebut. Pengiriman tersebut menjadi kepastian pasar bagi beras yang dihasilkan petani di dalam negeri.
"Ini awalan yang baik dan (semoga) akan diikuti dengan ekspor ke negara yang lain,” ujar Abdul Kharis.
Sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR yang membidangi urusan sektor pertanian, lingkungan hidup dan kehutanan, serta kelautan dan perikanan, ia berharap langkah tersebut dapat terus berlanjut hingga membidik berbagai negara lainnya, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia di luar negeri.
"Harapan dari Komisi IV sebagai mitra dari Pak Menteri Pertanian, ini akan diikuti dengan ekspor-ekspor berikutnya, (untuk memasok kebutuhan) jamaah haji diikuti juga jamaah umroh dan para mukimin yang ada di sana yang jumlahnya cukup banyak,” lanjutnya.
Menurutnya, beras Indonesia memiliki pasar yang kuat di luar negeri karena cita rasanya yang sesuai dengan selera masyarakat Indonesia.
“Saya kira ini menjadi segmen yang pasti, karena orang Indonesia kalau di luar negeri pasti masih mencari beras Indonesia, karena beras dari luar Indonesia tentunya tidak seenak di lidah orang-orang Indonesia," katanya.
Sebelumnya, pemerintah resmi melepas ekspor perdana beras cadangan beras pemerintah (CBP) jenis premium sebanyak 2.280 ton senilai Rp38 miliar ke Arab Saudi. Ekspor itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan beras bagi sekitar 215 ribu jamaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman dalam acara pelepasan di Gudang Bulog Kelapa Gading Jakarta, Rabu (4/3) menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog dan para petani di seluruh Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerja keras mewujudkan capaian tersebut
"Berkat kerja keras seluruh pihak, Indonesia bukan hanya mampu mencapai swasembada beras pada 2025, tetapi hari ini juga siap mengekspor beras CBP kualitas premium untuk melayani kebutuhan jamaah haji Indonesia,” kata Amran.
Ke depan, potensi pasarnya bahkan lebih besar karena mencakup jamaah umrah dan mukimin Indonesia yang jumlahnya mencapai sekitar 2 juta orang per tahun.
Selain Arab Saudi, Indonesia juga telah menjajaki peluang ekspor beras ke sejumlah negara lain seperti Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina.
Ekspor perdana itu diharapkan menjadi langkah awal bagi perluasan pasar beras Indonesia di tingkat global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara produsen beras yang mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri serta membuka peluang ekspor ke berbagai negara.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Komisi IV DPR pacu ekspor beras RI ke negara selain Arab Saudi
Pewarta: Muhammad HariantoUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026