Ambon (ANTARA) - Pemerintah daerah Maluku mengajak seluruh masyarakat memperkuat nilai toleransi dan persaudaraan guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Ambon, Kamis, mengatakan penguatan toleransi dan kebersamaan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan selama momentum mudik hingga perayaan Idul Fitri.

Hal tersebut disampaikan usai menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat Salawaku 2026 yang digelar di Aula Basudara Manise Polda Maluku.

Menurut dia, rapat koordinasi tersebut menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta berbagai lembaga terkait dalam mempersiapkan pengamanan arus mudik dan arus balik Idul Fitri di wilayah Maluku.

“Fokus utama operasi ini adalah pengamanan arus mudik dan arus balik sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat mempengaruhi stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat,” katanya.

Ia mengapresiasi kesiapan jajaran kepolisian dan seluruh pihak yang terlibat dalam mempersiapkan pelaksanaan operasi pengamanan tersebut.

“Kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Kapolda Maluku dan jajaran dalam mempersiapkan operasi ini. Tema yang diusung tahun ini adalah Mudik Aman, Keluarga Bahagia. Saya percaya jajaran kepolisian telah mempersiapkan segala sesuatu dengan koordinasi yang baik bersama TNI, lembaga vertikal, serta pemerintah daerah,” ujarnya.

Lewerissa menjelaskan bahwa pemerintah provinsi terus memperkuat koordinasi lintas sektor sebagai bagian dari upaya menjaga situasi kondusif menjelang Idul Fitri.

Langkah tersebut meliputi penguatan pengamanan jalur transportasi darat dan laut, kesiapan pos pengamanan dan pos pelayanan bagi pemudik, serta pengawasan distribusi kebutuhan pokok agar tetap stabil.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat, kesiapan transportasi, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem selama periode mudik.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat Salawaku 2026 merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan Idul Fitri.

Meski demikian, menurutnya keberhasilan menjaga keamanan tidak hanya bergantung pada aparat pemerintah dan keamanan, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh masyarakat.

“Sebagai Gubernur saya mengimbau kepada masyarakat bahwa pengamanan menghadapi Hari Raya Idul Fitri ini adalah wujud kehadiran negara. Namun kami juga membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk terus merawat nilai persaudaraan dan toleransi antarumat beragama sebagai fondasi utama kehidupan sosial di daerah itu.

“Kita pastikan basudara Muslim yang merayakan Hari Raya Idul Fitri dapat merayakannya dengan aman, lancar, dan penuh sukacita. Mari kita jaga toleransi, persaudaraan, dan persatuan kita sebagai sesama orang basudara di Maluku,” ujarnya.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026