Ambon (ANTARA) -

Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mengimbau masyarakat agar tidak melakukan konvoi di jalan raya saat merayakan malam takbiran menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Pengalaman beberapa tahun sebelumnya menunjukkan bahwa iring-iringan kendaraan bermotor di ruang terbuka berpotensi menimbulkan kerawanan dan membahayakan keselamatan. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tertib. Jika situasi aman, keluarga juga akan merasa bahagia saat merayakan Idul Fitri. Jangan sampai pada malam takbiran terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto, di Ambon, Kamis.

Imbauan tersebut disampaikan usai pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 yang dilanjutkan dengan kegiatan buka puasa bersama di Gedung Plaza Presisi Polda Maluku, Ambon.

Menurutnya, dalam apel tersebut juga disampaikan pesan dari para tokoh agama Islam agar masyarakat melaksanakan takbiran secara khidmat di masjid maupun di rumah masing-masing, tanpa harus melakukan pawai atau konvoi kendaraan di jalan.

Ia juga mengajak orang tua, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama mengawasi para remaja agar tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Selain itu, Polda Maluku memprediksi adanya peningkatan pergerakan masyarakat selama masa mudik Lebaran tahun ini. Untuk jalur darat diperkirakan meningkat sekitar 4 persen, jalur laut naik hingga 10 persen, sementara transportasi udara diprediksi meningkat sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat tersebut, pengamanan juga diperkuat melalui pendirian sejumlah pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di berbagai titik strategis.

“Pos pengamanan difokuskan pada lokasi rawan seperti tempat ibadah, pusat bisnis, dan area keramaian. Sementara pos pelayanan disiapkan di titik-titik pergerakan masyarakat untuk memberikan layanan informasi, tempat istirahat, hingga bantuan kesehatan bagi para pemudik. Adapun pos terpadu berfungsi sebagai pusat koordinasi lintas sektoral jika terjadi situasi kontingensi yang membutuhkan penanganan cepat dari berbagai instansi,” jelasnya.

Selain penempatan pos, aparat TNI-Polri bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga akan melaksanakan patroli skala besar guna menjaga situasi keamanan selama perayaan Idul Fitri.

“Kami juga menyiapkan pasukan cadangan yang siaga di markas masing-masing, baik dari TNI maupun Polri. Jika terjadi sesuatu, pasukan ini siap dikerahkan,” ucapnya.

Menurutnya, meningkatnya mobilitas masyarakat selama Lebaran berpotensi memicu interaksi sosial yang lebih tinggi, sehingga diperlukan kerja sama semua pihak untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama perayaan Idul Fitri.

Ia menambahkan, apel gelar pasukan digelar untuk memastikan kesiapan seluruh personel pengamanan yang sebelumnya telah direncanakan dalam rapat koordinasi lintas sektoral bersama TNI, Polri, dan berbagai instansi terkait.

“Dari rapat lintas sektoral kemarin sudah kita jelaskan jumlah kekuatan dari TNI-Polri, termasuk penempatan pos pelayanan, pos terpadu, dan pos pengamanan. Hari ini apel dilaksanakan untuk mengecek langsung kesiapan seluruh kekuatan yang telah direncanakan,” ucap Kapolda.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026