Ambon (ANTARA) -

Sejumlah tokoh agama di Provinsi Maluku mendeklarasikan komitmen bersama untuk menjaga malam takbiran dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah berlangsung aman, tertib, dan khidmat di Ambon.

“Melalui deklarasi ini, kami mengajak umat Islam merayakan malam takbiran dengan penuh kekhidmatan melalui kumandang takbir, tahmid, dan tahlil di masjid, musala, maupun di rumah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku M Yamin, di Ambon, Jumat.

Deklarasi tersebut digelar di Tribun Lapangan Letkol Pol Chr Tahapary, Tantui, dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat di Provinsi Maluku.

Turut hadir dalam kegiatan itu Wakapolda Maluku, Irwasda Polda Maluku, Kasatgaswil Densus 88 Anti Teror Wilayah Maluku para pejabat utama Polda Maluku serta perwakilan media.

Deklarasi diawali dengan penandatanganan komitmen oleh sejumlah pimpinan organisasi keagamaan, antara lain Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Maluku, Ketua Majelis Ulama Indonesia, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku, Imam Masjid Raya Al-Fattah, serta wakil ketua I pimpinan wilayah Nahdlatul Ulama Maluku.

Penandatanganan deklarasi tersebut juga disaksikan langsunh oleh Gubernur Maluku, Kapolda Maluku, Pangdam XV/Pattimura, Komandan Kodaeral IX, serta Danlanud Pattimura. Usai penandatanganan, Kepala Kemenag membacakan seruan pemuka agama Islam Maluku dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dalam seruan tersebut, masyarakat juga diimbau merayakan malam takbiran secara bijak dan tidak berlebihan, serta menghindari konvoi kendaraan atau kegiatan lain yang berpotensi mengganggu ketertiban umum dan keselamatan bersama.

Para tokoh agama juga mengajak seluruh umat beragama di Maluku untuk terus menjaga keharmonisan, memperkuat toleransi, serta memelihara semangat hidup orang bersaudara sebagai kekuatan dalam merawat persatuan dan kedamaian di bumi raja-raja.

“Demikian seruan ini disampaikan untuk menjadi perhatian bersama. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Yamin.

Sementara itu, Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto mengatakan deklarasi tersebut merupakan bentuk sinergisitas antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan perayaan Idul Fitri berlangsung aman dan kondusif.

“Deklarasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat Maluku untuk menjaga kedamaian dan persaudaraan, khususnya menjelang malam takbiran dan Hari Raya Idul Fitri,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat terus menjaga nilai toleransi, persatuan, dan kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan sosial masyarakat Maluku.

“Kami berharap masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh khidmat, aman, dan damai. Mari kita bersama-sama menjaga Maluku sebagai rumah bersama yang rukun dan harmonis,” ucap Kapolda.

 



Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026