Ambon (ANTARA) -
Kepolisian Daerah (Polda) Maluku memperketat pengawasan di Pelabuhan Penyeberangan Feri Hunimua, Liang, Maluku Tengah pada H-2 Lebaran 1447 Hijriah, guna memastikan arus mudik tetap aman dan terkendali meski volume penumpang mulai menurun.
“H-2 Lebaran sudah memasuki salah satu titik penting mobilitas masyarakat. Kami memastikan seluruh personel siaga penuh untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran arus mudik, khususnya di jalur penyeberangan laut,” kata Kepala Bidang Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi di Ambon, Jumat.
Ia mengatakan personel Operasi Ketupat Salawaku 2026 dikerahkan untuk memaksimalkan pengamanan di kawasan pelabuhan, khususnya aktivitas penumpang yang tiba maupun berangkat menuju Pelabuhan Waipirit, Kabupaten Seram Bagian Barat.
Pengamanan dilakukan melalui sinergisitas antara Polda Maluku, Polresta Ambon, TNI AL, Dinas Perhubungan, serta ASDP. Petugas melakukan pemantauan arus penumpang, pengaturan antrean kendaraan, hingga memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan.
Pada H-2 Lebaran, arus penumpang di Pelabuhan Hunimua terpantau lebih landai dibandingkan hari-hari sebelumnya. Meski demikian, aktivitas penyeberangan tetap berjalan lancar dan terkendali.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Maluku turut mendukung kelancaran mudik melalui program 800 tiket gratis untuk rute Hunimua–Waipirit dan sebaliknya.
Selaku Kasatgas Humas Operasi Ketupat Salawaku 2026, Rositah menegaskan bahwa pengamanan diperketat pada fase krusial menjelang Idul Fitri.
Ia menambahkan sinergisitas lintas instansi menjadi kunci utama dalam mendukung pengamanan mudik di wilayah kepulauan.
“Kolaborasi antara Polri, TNI, dan stakeholder terkait menjadi bagian penting untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga perjalanan mudik berlangsung aman dan nyaman,” ucap Rositah.
Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kawasan Pelabuhan Hunimua terpantau aman, tertib, dan kondusif hingga akhir kegiatan.
Polda Maluku mengerahkan sebanyak 2.201 personel gabungan dalam Operasi Ketupat 2026 guna memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Maluku.
Dari total kekuatan tersebut, sebanyak 252 personel berasal dari Polda Maluku, 1.696 personel dari Polres/Polresta jajaran, serta 637 personel dari unsur terkait yang meliputi TNI, pemerintah daerah, dan berbagai instansi pendukung lainnya.
Pengamanan difokuskan pada 1.353 lokasi strategis, antara lain 1.256 masjid, 380 lokasi pelaksanaan Shalat Idul Fitri, 88 tempat wisata, 41 pelabuhan, 10 bandara, serta 32 pusat perbelanjaan dan sejumlah pasar.
Selain pengerahan personel, aparat kepolisian juga mendirikan puluhan pos pengamanan dan pelayanan di sejumlah titik strategis.
Sebanyak 78 pos telah disiapkan yang terdiri dari 44 Pos Pengamanan, 24 Pos Pelayanan, dan 10 Pos Terpadu.
Pewarta: Winda HermanEditor : Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2026