Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bersilaturahmi dengan jajaran Kementerian PU dalam acara halalbihalal di Jakarta, Rabu.
"Silaturahmi saja di antara kita semua," ujar Dody Hanggodo saat ditemui di Kementerian PU Jakarta pada Rabu.
Kementerian PU menggelar kegiatan halalbihalal Keluarga Besar Kementerian PU di Auditorium Kementerian PU Jakarta.
Kegiatan halalbihalal tersebut digelar dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Terpantau banyak pegawai Kementerian PU yang sudah antusias mengantre untuk bersilaturahmi dengan Menteri PU beserta para pejabat tinggi Kementerian PU lainnya sejak kegiatan halalbihalal tersebut dimulai pada pukul 10.00 WIB.
Selain dihadiri oleh Menteri PU Dody Hanggodo, kegiatan halalbihalal tersebut juga dihadiri oleh Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti, Sekretaris Jenderal Kementerian PU Wida Nurfaida dan sejumlah pejabat tinggi Kementerian PU lainnya.
Sebagai informasi, momentum silaturahmi dan halal bihalal setelah Idul Fitri dipandang sebagai tradisi penting dalam memperkuat ukhuwah serta membersihkan hubungan antar manusia.
Dosen UMS Suwinarno, S.Ag., M.Pd.I menilai tradisi tersebut tidak sekadar budaya sosial, tetapi juga sarana spiritual untuk memperbaiki hubungan setelah menjalani ibadah Ramadhan.
Menurut Suwinarno, halal bihalal pada hakikatnya menjadi ruang bagi masyarakat untuk saling meminta dan memberi maaf.
Ia menjelaskan tradisi ini berkembang kuat di Indonesia karena masyarakatnya memiliki karakter budaya yang kaya dengan simbol dan ritual sosial.
“Indonesia ini negara budaya. Apalagi masyarakat Jawa, hampir setiap aktivitas itu ada upacara, ada hiburannya, ada juga pagelarannya,” ujarnya.
Ia menambahkan pola tersebut juga tampak dalam berbagai kegiatan sosial, seperti pernikahan hingga perayaan keagamaan.
Dalam pandangannya, halal bihalal menjadi sebuah wadah yang memfasilitasi masyarakat untuk mempererat jalinan silaturahmi sekaligus membersihkan kesalahan antarsesama.
Tradisi ini juga memungkinkan setiap orang memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang dalam kehidupan sosial.
Suwinarno mencontohkan bagaimana masyarakat Jawa sering mengekspresikan nilai-nilai tersebut melalui simbol-simbol kebudayaan, seperti tradisi mengirim makanan menjelang lebaran.
“Orang Jawa itu tidak lepas dari simbol dan makna, seperti kupat, lepet, atau apem yang saling dikirimkan sebagai tanda saling mengingatkan dan menjaga hubungan,” katanya.
Meski demikian, ia menyampaikan praktik halal bihalal sebaiknya tetap dijalankan secara proporsional.
Selama tidak mengandung unsur-unsur berlebihan atau pemborosan, kegiatan tersebut dinilai baik dalam menjaga sebuah kerukunan dan keharmonisan dalam bermasyarakat.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri PU bersilaturahmi dengan jajarannya dalam acara halalbihalal
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J CUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.