Ternate (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate, Maluku Utara (Malut) terus mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang saat arus balik lebaran 1447 Hijriah tahun 2026, terutama untuk rute antar-pulau di daerah ini.
"Untuk arus balik penumpang Idul Fitri 1447 Hijriah ke Kabupaten Halmahera Selatan memang mengalami peningkatan, khususnya pada rute dari Pelabuhan Bastiong menuju Pelabuhan Kupal dan kawasan Pulau Obi. Wilayah tersebut menjadi salah satu tujuan utama para pencari kerja, terutama di sektor industri strategis nasional di bidang pertambangan," kata Ketua Posko Angkutan Mudik Lebaran 2026, Plening Gil Al Nursa di Ternate, Rabu.
Plening yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas II Ternate, menyampaikan bahwa tren arus balik mulai terlihat sejak H+3 dan mencapai puncaknya pada H+4 Lebaran.
Posko Angkutan Mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di Pelabuhan Ahmad Yani memprediksi puncak arus balik Lebaran tahun ini terjadi pada Selasa (24/3/2026) malam atau bertepatan dengan hari keempat setelah Idul Fitri (H+4).
Lonjakan penumpang diperkirakan paling signifikan terjadi pada rute pelayaran dari Pelabuhan Bastiong menuju wilayah Kabupaten Halmahera Selatan.
Ia menjelaskan, berdasarkan data sementara Posko, jumlah penumpang pada arus balik Lebaran tahun ini diprediksi mengalami kenaikan sekitar 13 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Kenaikan ini dipengaruhi oleh berbagai kebijakan pemerintah yang mendorong mobilitas masyarakat.
"Rata-rata kenaikan berada di angka 13 persen. Hal ini tidak terlepas dari adanya program mudik gratis, mudik bersubsidi, hingga diskon tiket yang diberikan oleh berbagai pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi, maupun oleh operator pelayaran seperti PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni)," ujarnya.
Meski terjadi peningkatan jumlah penumpang, Plening memastikan bahwa kondisi arus mudik hingga arus balik di wilayah Maluku Utara masih dalam keadaan aman dan terkendali. Seluruh aktivitas pelayaran antar-pulau terpantau berjalan lancar tanpa kendala berarti.
"Kami terus melakukan pemantauan secara intensif, terutama terkait kondisi cuaca dengan berkoordinasi bersama BMKG Ternate. Selain itu, kami juga menjalin koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait dan agen pelayaran guna memantau pergerakan penumpang di masing-masing pelabuhan," tambahnya.
Pihak posko juga mengimbau kepada masyarakat yang akan kembali dari kampung halaman untuk tetap memperhatikan jadwal keberangkatan, mematuhi aturan keselamatan pelayaran, serta mengantisipasi lonjakan penumpang pada puncak arus balik.
Untuk itu, kata dia, dengan sinergi antara pemerintah, operator transportasi, dan masyarakat, diharapkan pelaksanaan arus balik Lebaran 2026 di Malut dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa transportasi laut.
Pewarta: Abdul FatahEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026