Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa program SMA Unggul Garuda baik sekolah baru maupun transformasi bukan untuk menciptakan pendidikan yang eksklusif dan hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu.
"Kami menyatakan dan mengingatkan bahwa terpilihnya sekolah (menjadi SMA Unggul Garuda) bukan berarti menjadi eksklusif, bukan menjadikan kita kemudian terpisah dengan ekosistem SMA-SMA lainnya, bukan," kata Menteri Brian dalam acara Launching dan Sosialisasi Pemilihan SMA Unggul Garuda Transformasi 2026 di Jakarta, Kamis.
Mendiktisaintek menekankan SMA Unggul Garuda Transformasi diharapkan bisa menjadi hub dan pelita yang menyinari SMA-SMA lainnya, sehingga ekosistem pendidikan yang berkualitas dapat dibangun.
Ia menyebut terdapat kebijakan pengimbasan pada SMA Unggul Garuda Transformasi juga menjadi sebuah isyarat inklusivitas kebijakan ini, sekaligus menjadi upaya untuk mendorong perubahan serupa kepada SMA dan MA lain yang ada di sekitarnya.
Menteri Brian memastikan setiap sekolah atau madrasah yang ditetapkan sebagai SMA Unggul Garuda Transformasi sesungguhnya merupakan hub, atau pusat keunggulan bagi lingkungan sekitarnya.
"Jadi, SMA Unggul Garuda Transformasi itu tidak hanya sekolahnya itu, tetapi diharapkan dia bisa memberikan imbas. Kalau ada anak-anak yang berbakat, anak-anak yang tertarik, meskipun tidak sekolah di sana, diharapkan bisa juga terimbas atau mengikuti program-program yang ada di sekolah tersebut," jelas Menteri Brian.
Pada tahun 2026 ini, Kemdiktisaintek menargetkan setidaknya sebanyak 30 sekolah terbaik di Indonesia bisa bergabung ke dalam ekosistem SMA Unggul Garuda.
"Tentu kami berharap SMA dan MA terbaik di Indonesia akan dapat menjadi bagian dari ekosistem SMA Unggul Garuda yang tumbuh dalam lingkungan kolaboratif, dan yang lebih penting adalah nantinya dapat lebih banyak lagi menghasilkan talenta-talenta unggul yang berdaya saing global, yang akan membawa Indonesia ke kejayaan di masa yang akan datang," ujar Mendiktisaintek Brian Yuliarto.
Diketahui, SMA Unggul Garuda merupakan sekolah dengan tambahan penguatan kurikulum pra-universitas bersistem asrama setara jenjang SMA, yang mengutamakan pendekatan pembelajaran berbasis Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM).
SMA Unggul Garuda merupakan realisasi dari visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk membawa anak Indonesia dari seluruh pelosok negeri menuju kampus terbaik dunia.
Para lulusan SMA Unggul Garuda dipersiapkan agar mampu melanjutkan studi ke perguruan tinggi top dunia di dalam dan luar negeri.
Hingga 2029, Pemerintah Indonesia menargetkan setidaknya ada 80 SMA Unggul Garuda Transformasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mendiktisaintek: SMA Unggul Garuda tak ciptakan pendidikan eksklusif
Pewarta: Sean Filo MuhamadUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026