Ambon (ANTARA) - Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyerukan perdamaian kepada masyarakat atas bentrokan antarwarga yang terjadi di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), serta mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan tidak terprovokasi isu yang dapat memperkeruh situasi.
“Menyikapi kejadian konflik tersebut, saya mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh keadaan,” kata dia di Ambon, Minggu.
Gubernur mengatakan konflik yang terjadi di Ohoi Danar Ternate, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, beberapa hari lalu telah menimbulkan korban jiwa, luka-luka, serta kerugian harta benda.
Ia menegaskan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur damai dengan mengedepankan dialog, musyawarah, serta pendekatan adat, sembari menyerahkan proses hukum kepada aparat penegak hukum.
Orang nomor satu di Maluku itu juga meminta masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan masing-masing dengan tidak menyebarkan informasi bohong (hoaks), melainkan memperkuat pesan perdamaian, persaudaraan, dan nilai kasih yang diwariskan para leluhur.
Selain itu, dirinya juga mengajak para raja, anggota DPRD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta elemen masyarakat lainnya untuk bersinergi dengan aparat keamanan dalam meredam konflik.
“Kepada seluruh elemen masyarakat, mari tetap saling mendukung dan bekerja sama dengan aparat keamanan dalam upaya menyelesaikan konflik yang terjadi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa kepada korban jiwa, serta empati kepada korban luka-luka dan warga yang kehilangan harta benda akibat insiden tersebut.
Ia menegaskan pemerintah akan terus hadir dalam upaya penanganan dan penyelesaian konflik agar situasi segera kondusif kembali.
Dirinya turut meminta aparat penegak hukum bertindak cepat, tegas, dan terukur dalam mengendalikan situasi, melindungi masyarakat, serta memfasilitasi proses perdamaian.
Menurut dia, menjaga Maluku sebagai daerah yang aman, damai, dan berbudaya harus menjadi tanggung jawab bersama, dengan berlandaskan hukum adat Larvul Ngabal dan semangat persaudaraan hidup orang basudara.
“Mari kita jaga Maluku sebagai negeri yang aman, damai, dan berbudaya,” kata dia.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026