Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku menyalurkan bantuan sosial senilai Rp361 juta kepada masyarakat terdampak konflik sosial di Ohoi Danar Ternate, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) sebagai bentuk kehadiran negara di tengah warga yang mengalami musibah.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku Afandy Hasanussi di Ambon, Rabu mengatakan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa usai bertemu langsung dengan masyarakat korban konflik pada 29 Maret 2026.
“Dinas Sosial bergerak cepat menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak konflik sebagai wujud kehadiran pemerintah daerah dalam membantu pemulihan kondisi warga,” ujarnya.
Ia menjelaskan bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan dasar dan perlengkapan darurat, antara lain makanan siap saji, makanan anak, kasur, tenda serbaguna, lampu emergency portable, tenda keluarga, tenda gulung, perlengkapan anak (kids ware), family kit, selimut, hingga seragam sekolah SD, SMP, dan SMA serta perlengkapan sholat.
Total nilai bantuan tersebut mencapai Rp361.084.490. Dirinya menambahkan, penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan pascakonflik di wilayah tersebut.
Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan keprihatinan mendalam atas konflik antarwarga yang terjadi dan menimbulkan korban jiwa serta kerugian materiil.
Berdasarkan data, konflik tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka-luka, 74 rumah terbakar, serta sekitar 450 jiwa terpaksa mengungsi.
Gubernur juga mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memicu perpecahan serta mengancam kerukunan dan keamanan di daerah.
Adapun kronologi singkat kejadian bermula pada Kamis (26/3) sekitar pukul 22.00 WIT, ketika seorang pemuda melintas dengan kecepatan tinggi di depan rumah warga di Ohoi Danar Ternate hingga memicu cekcok dan saling makian.
Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi aksi saling lempar batu antara dua kelompok pemuda dari kompleks Danar Ternate dan Danar Ohoitom. Aparat kepolisian sempat membubarkan massa, namun bentrokan kembali terjadi pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIT.
Dalam insiden itu, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sejumlah warga dan anggota kepolisian mengalami luka akibat panah, serta terjadi kerusakan dan pembakaran rumah warga.
Saat ini aparat keamanan masih melakukan penjagaan dan penyelidikan guna memastikan situasi tetap kondusif serta mencegah terjadinya konflik susulan.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026