Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga situasi yang kondusif guna mendukung percepatan pembangunan Blok Masela sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN).
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Ambon, Rabu mengatakan, pengembangan Lapangan Abadi Blok Migas Masela saat ini terus dimatangkan melalui sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
“Blok Masela merupakan proyek strategis nasional yang membutuhkan kolaborasi semua pihak, baik pemerintah pusat, daerah, maupun dukungan masyarakat untuk tetap menjaga situasi kondusif agar dapat berjalan sesuai harapan,” ujar dia.
Ia menyampaikan hal tersebut usai mengikuti rapat koordinasi bersama di Kantor Gubernur Maluku yang melibatkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), SKK Migas, INPEX Masela Ltd., Pemerintah Provinsi Maluku, serta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya.
Dirinya mengatakan, rapat tersebut membahas berbagai peluang, hambatan, dan tantangan guna memastikan percepatan realisasi proyek Blok Masela sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.
Gubernur menjelaskan, rapat tersebut menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan proyek migas tersebut.
“Jadi memang banyak yang kita bicarakan. Puji syukur rapat berlangsung baik. Intinya Blok Masela ini proyek strategis nasional, sehingga menjadi atensi serius dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten,” katanya.
Blok Masela sendiri merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) berupa lapangan gas laut dalam terbesar di Indonesia yang berlokasi di Laut Arafura, Maluku, dengan nilai investasi mencapai puluhan miliar dolar AS.
Proyek ini dikelola oleh konsorsium yang terdiri dari Inpex Masela Ltd. sebagai operator dengan kepemilikan 65 persen, Pertamina Hulu Energi sebesar 20 persen, dan Petronas 15 persen, serta ditargetkan mulai berproduksi (onstream) pada 2029 guna memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong hilirisasi sektor minyak dan gas bumi.
Secara geografis, Blok Masela berada di lepas pantai Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), pada kedalaman laut berkisar 400 hingga 800 meter.
Pengembangannya mengusung konsep fasilitas darat (onshore) dengan kapasitas produksi yang diproyeksikan mencapai 10,5 juta ton per tahun (MTPA) liquefied natural gas (LNG).
Selain itu, proyek ini juga dirancang dengan penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sebagai bagian dari upaya mendukung target emisi nol bersih.
Dari sisi ekonomi, pengembangan Blok Masela diharapkan menjadi penggerak utama pertumbuhan di kawasan timur Indonesia, melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, serta keterlibatan kontraktor dan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok industri migas nasional.
Oleh sebab itu, ia menegaskan, pentingnya kolaborasi dan sinergi antar pihak, sekaligus mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan agar pelaksanaan proyek dapat berjalan lancar.
“Kalau kita ingin proyek strategis nasional ini berlangsung, maka mari kita bersama-sama memastikan berjalan dalam waktu secepatnya dengan menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Pemprov Maluku berharap dengan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat, pengembangan Blok Abadi Masela dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat di daerah.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.