Ternate (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) menandatangani nota kesepahaman perjanjian kerja sama tentang pengangkutan udara jamaah haji reguler dan petugas penyelenggara ibadah haji dengan maskapai penerbangan Sriwijaya Air.
Sekretaris Daerah Provinsi Malut, Samsuddin Abdul Kadir di Ternate, Kamis, mengatakan, perjanjian kerja sama itu untuk penyediaan transportasi udara bagi jamaah haji Malut sebagai peningkatan pelayanan haji transportasi Malut.
"Tahun ini Pemprov Malut bernegosiasi dengan tiga maskapai dalam pelayanan angkutan transportasi jamaah haji, dan ini bertujuan untuk memberikan peningkatan pelayanan haji tahun 2026," ujar Samsuddin.
Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh Muh Zabir Wahid mengapresiasi pihak PT Sriwijaya Air beserta jajaran atas pelaksanaan kerja sama bidang transportasi haji yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk peningkatan pelayanan jamaah haji.
"Mudah-mudahan pada haji tahun ini kita bisa bergandengan tangan dan bersama-sama mempersiapkan layanan terbaik bagi jamaah haji Indonesia," ujar Muh Zubir Wahid.
Direktur Operasional PT Sriwijaya Air Wamildan Tsani mengatakan pihaknya akan mengemban amanah sebagai penyedia layanan penerbangan bagi jamaah haji Maluku Utara tahun 2026.
"Kepercayaan tersebut akan terus kami jaga untuk memastikan kelayakan penerbangan yang senantiasa memprioritaskan aspek keamanan, keselamatan dan kenyamanan pada seluruh operasional penerbangan jamaah haji," ujar Direktur Operasional. Sriwijaya Air Captain Putut Bahari Setiyadi.
“Kami pastikan selaras dengan jadwal operasional penerbangan haji, kemudian memastikan target waktu penerbangan dapat tercapai, dengan senantiasa mengedepankan kenyamanan jemaah haji,” tambah Putut Bahari.
Agenda pelepasan haji perdana akan dilaksanakan tanggal 27 April dengan penerbangan Kloter 13 tanggal 29 April dan Kloter 15 dan 43 tanggal 30 April dari jumlah total jamaah Haji Maluku Utara 785 jamaah.
Pewarta: Abdul FatahEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026