Ternate (ANTARA) - Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku Utara Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, meninjau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) usai bentrokan antara warga Desa Banemo dan Sibenpopo, Halmahera Tengah (Halteng).

"Penyelesaian konflik harus mengedepankan dialog dan musyawarah," kata Stephen bersama Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Komandan Korem 152/Babullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, serta unsur Forkopimda Kabupaten Halmahera Tengah.

Turut hadir pada kunjungan itu Bupati Halteng, Ikram Sangaji, Dansat Brimob Polda Maluku Utara, Kapolres Halmahera Tengah, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

Wakapolda menilai pendekatan persuasif dan komunikasi yang baik antarwarga menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

“Perdamaian hanya bisa terwujud jika semua pihak memiliki komitmen yang sama untuk menjaga persatuan. Konflik seperti ini tidak hanya merugikan kedua belah pihak, tetapi juga berdampak luas terhadap stabilitas sosial dan aktivitas masyarakat,” tegasnya.

Menurut dia, pendekatan humanis juga terlihat dalam kegiatan tersebut. Aparat keamanan tidak hanya hadir sebagai penjaga ketertiban, tetapi juga berperan sebagai penyejuk suasana dengan mengedepankan komunikasi yang santun dan persuasif kepada masyarakat.

Rombongan pejabat tersebut menyisir sejumlah titik yang terdampak konflik, di antaranya Desa Dote, Desa Sibenpopo, Desa Banemo, Desa Yeke, hingga Desa Fritu.

Stephen mengatakan peninjauan ini bertujuan untuk memastikan secara langsung kondisi keamanan di wilayah-wilayah rawan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang sempat terdampak bentrokan.

Selain meninjau lokasi, Wakapolda bersama rombongan juga melakukan dialog dan tatap muka dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perangkat desa.

Dalam kesempatan tersebut, mereka mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe mengimbau masyarakat agar tetap menjaga situasi yang kondusif serta tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Ia juga menekankan pentingnya peran tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam menjaga harmoni sosial serta mendorong penyelesaian konflik secara damai.

Hingga saat ini, situasi di Kecamatan Weda Utara dilaporkan mulai berangsur kondusif.

Aktivitas masyarakat perlahan kembali normal, meskipun aparat keamanan gabungan masih melakukan pengamanan secara intensif di sejumlah titik strategis guna mencegah terjadinya konflik susulan.

Melalui kunjungan ini, kata dia, pemerintah daerah bersama aparat keamanan berharap semangat persatuan dan cinta damai terus tumbuh di tengah masyarakat.

"Sinergi antara aparat, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan mencegah terulangnya konflik serupa di masa mendatang," ujar Sarbin.



Pewarta: Abdul Fatah
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026