Ambon (ANTARA) -
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi jamaah calon haji pada 2026, sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan fisik mereka sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
“Pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan tahapan penting dalam rangkaian persiapan haji, guna memastikan setiap jamaah berada dalam kondisi sehat dan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik,” kata Kepala Kantor Kemenag Maluku Tengah Abd Gani Wael melalui keterangan diterima di Ambon, Selasa.
Dia mengatakan hal itu saat pemantauan terhadap proses pengukuran kebugaran jasmani dan pemberian vaksin meningitis di Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) setempat. Kegiatan ini diikuti jamaah dengan tertib dan antusias.
Dalam kesempatan itu, ia juga turut menjalani pemeriksaan kesehatan, sejalan dengan peran sebagai ketua kelompok terbang (kloter) yang bertanggung jawab terhadap kondisi kesehatan jamaah selama pelaksanaan ibadah haji.
Ia menegaskan kesehatan jamaah menjadi prioritas utama, mengingat ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima.
“Karena itu, seluruh tahapan pemeriksaan, termasuk pengukuran kebugaran jasmani dan vaksinasi meningitis, harus dilaksanakan secara optimal,” ujarnya.
Selain itu, ia mengimbau jamaah menjaga pola hidup sehat sejak dini, seperti mengatur pola makan, rutin berolahraga, dan mematuhi anjuran tenaga kesehatan guna menunjang kebugaran selama berada di Tanah Suci.
Kantor Kemenag Maluku Tengah memastikan terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan, agar seluruh proses pemeriksaan dan persiapan jamaah berjalan lancar hingga waktu keberangkatan.
“Dengan dilaksanakannya pemeriksaan ini, diharapkan seluruh jamaah calon haji Kabupaten Maluku Tengah tahun 2026 dapat berangkat dalam kondisi sehat serta mampu menjalankan ibadah haji secara aman, lancar, dan khusyuk,” ucap Gani.
Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maluku Tengah, daftar anggota jamaah calon haji tahun 2026 mencakup 45 orang berasal dari berbagai kecamatan, seperti Kota Masohi, Amahai, Tehoru, dan Seram Utara.
Mayoritas jamaah didominasi usia lanjut dengan rentang usia sekitar 40 hingga di atas 80 tahun, serta latar belakang pekerjaan yang beragam mulai dari ibu rumah tangga, petani/nelayan, PNS, hingga wiraswasta. Data ini sekaligus memperlihatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh guna memastikan kesiapan fisik jamaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Pewarta: Winda HermanEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026