Ambon (ANTARA) -
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku mengembangkan benih kacang hijau unggul sebagai upaya mendukung ketahanan pangan dan peningkatan produksi tanaman pangan di daerah.
Pelaksana Tugas Kepala BRMP Maluku Gunawan di Ambon, Selasa, mengatakan pengembangan benih unggul tersebut diarahkan untuk menghasilkan varietas yang adaptif di wilayah Maluku sekaligus memperkuat ketersediaan benih bermutu bagi petani.
"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan benih unggul spesifik lokasi guna mendukung peningkatan produksi tanaman pangan di Maluku," ujarnya.
Pengembangan tersebut ditandai dengan panen perdana varietas Vima 1 di lahan IP2MP Makariki, Kabupaten Maluku Tengah.
Gunawan menjelaskan varietas Vima 1 memiliki umur genjah sekitar 57 hari dengan potensi hasil tinggi, serta keunggulan pada keserempakan panen, ketahanan terhadap penyakit embun tepung, dan mutu biji yang baik untuk konsumsi maupun produksi benih.
Dalam penerapannya, kata dia, budidaya tersebut menggunakan sistem tanam jajar legowo 4 x 1 pada lahan seluas 0,5 hektare dengan jarak tanam 40 x 40 cm, serta menerapkan metode organik tanpa penggunaan bahan kimia.
"Ini menjadi bukti bahwa varietas Vima 1 adaptif dikembangkan di wilayah Maluku. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sumber benih bermutu bagi petani sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat," ucapnya.
Selain panen, tim teknis juga melakukan evaluasi terhadap produktivitas, keseragaman tanaman, mutu polong, serta potensi calon benih yang dihasilkan.
Benih yang memenuhi standar ditargetkan masuk dalam kelas "stock seed" atau benih pokok berlabel ungu.
Melalui pengembangan itu, kata Gunawan, BRMP Maluku menegaskan komitmen mendukung pembangunan pertanian modern melalui inovasi varietas unggul, mekanisasi budidaya, serta penguatan sistem perbenihan daerah.
Ke depan, Gunawan berharap pengembangan varietas unggul seperti Vima 1 diharapkan dapat diperluas ke wilayah lain di Maluku guna meningkatkan ketersediaan benih berkualitas secara berkelanjutan serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Pewarta: Winda HermanEditor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.