Ternate (ANTARA) - Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara menyatakan belum menerima laporan dampak erupsi Gunung Dukono dari masyarakat hingga saat ini.
"Sejak erupsi Gunung Dukono hingga saat ini kami belum menerima laporan warga mengenai dampak," ujar petugas PGA Dukono Bambang Sugiono saat dihubungi dari Ternate, Rabu.
Ia menjelaskan sebaran abu vulkanik bergantung pada arah dan kecepatan angin sehingga wilayah terdampak tidak tetap.
Pada Rabu sekitar pukul 06.51 WIT, Gunung Dukono kembali erupsi dengan kolom abu setinggi sekitar 700 meter di atas puncak.
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur," ujarnya.
Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 10 mm dan durasi 51,61 detik.
Saat ini, status Gunung Dukono yang memiliki ketinggian 1.087 meter di atas permukaan laut berada pada Level II atau Waspada.
PGA Dukono mengimbau masyarakat dan pengunjung tidak beraktivitas, mendaki, atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius empat kilometer.
Masyarakat juga diminta menyiapkan masker guna menghindari dampak abu vulkanik terhadap sistem pernapasan.
Sebelumnya, PGA Dukono mencatat sebanyak 76 kali letusan terjadi pada 7 April 2026 dengan tinggi kolom abu berkisar 800 hingga 1.400 meter di atas puncak.
Pewarta: Abdul FatahEditor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026