Ambon (ANTARA) - Universitas Pattimura (Unpatti) memperkuat studi berbasis lingkungan melalui kerja sama dengan organisasi lingkungan Happy Green Island (HGI) guna mendukung penanganan masalah sampah di Kota Ambon, Maluku.
Rektor Unpatti Prof Fredy Leiwakabessy di Ambon, Kamis, menegaskan bahwa kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan edukasi masyarakat di wilayah kepulauan.
“Kerja sama ini penting untuk memperkuat pendekatan ilmiah berbasis lingkungan yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat. Penanganan sampah tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus melibatkan banyak pihak,” ujar dia.
Ia menjelaskan, Unpatti selama ini telah aktif menjalin kemitraan dengan berbagai kementerian, lembaga pemerintah, dan organisasi nonpemerintah dalam menjalankan program berbasis lingkungan. Kerja sama dengan HGI akan diperkuat melalui riset, inovasi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
“Kita ingin semua program berjalan lebih terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat,” ujarnya.
Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan dan pengembangan keahlian, pertukaran pengetahuan, inovasi, teknologi informasi, hingga penelitian dan pengelolaan lingkungan, dengan fokus utama pada penanganan sampah di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Founder sekaligus Direktur HGI Corneles K. Lafeber menyatakan bahwa persoalan sampah merupakan isu kompleks yang membutuhkan pendekatan multidisipliner.
“Sampah bukan hanya persoalan lingkungan semata, tetapi juga berkaitan dengan aspek sosial, ekonomi, dan pendidikan. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk menghasilkan solusi yang berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, HGI selama ini fokus pada penguatan kapasitas masyarakat di pulau-pulau kecil dalam mengelola sampah secara mandiri melalui program seperti pembentukan bank sampah, sistem pengumpulan sampah terpadu, serta edukasi berbasis kearifan lokal.
Menurut dia, kolaborasi dengan Unpatti dan mitra lokal di Ambon diharapkan mampu memperluas dampak program, terutama dalam menciptakan model pengelolaan sampah yang dapat direplikasi di wilayah kepulauan lainnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Ambon terus memperkuat kebijakan penanganan sampah secara komprehensif dari hulu hingga hilir. Produksi sampah di Kota Ambon tercatat mencapai lebih dari 200 hingga 220 ton per hari, dengan sebagian besar berasal dari aktivitas rumah tangga.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026