Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku memfasilitasi pengiriman sebanyak 154 ekor ternak menuju Timika, Papua Tengah, melalui Pelabuhan Laut Kobisadar dengan pengawasan ketat guna memastikan kesehatan dan kelayakan komoditas yang dilalulintaskan.

Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Kamis mengatakan seluruh proses pemuatan ternak dilakukan di bawah pengawasan langsung petugas karantina untuk menjamin setiap hewan memenuhi persyaratan teknis dan administratif sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sebanyak 154 ekor ternak berupa sapi dan kambing telah berhasil dimuat dan diberangkatkan menuju Timika. Setiap tahapan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, kelengkapan dokumen, hingga proses pemuatan, kami pastikan memenuhi standar karantina,” ujarnya.

Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen BKHIT Maluku dalam menjaga keamanan hayati sekaligus mendukung kelancaran distribusi ternak antarwilayah di Indonesia.

Menurut dia, peran BKHIT dalam kegiatan ini mencakup pelaksanaan tindakan karantina berupa pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, perlakuan, hingga sertifikasi kesehatan hewan sebelum diberangkatkan. Hal itu dilakukan untuk mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina (HPHK).

Selain itu, pengawasan juga mengacu pada peraturan perundang-undangan, di antaranya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, yang mengamanatkan setiap media pembawa wajib memenuhi persyaratan karantina sebelum dilalulintaskan.

“Melalui pengawasan ini, kami memastikan ternak yang dikirim bebas dari penyakit dan aman untuk didistribusikan, sehingga tidak menimbulkan risiko bagi daerah tujuan,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan pengiriman tersebut juga mencerminkan sinergi antara petugas karantina, pelaku usaha, serta instansi terkait dalam menjaga kualitas komoditas peternakan nasional.

Dengan adanya fasilitasi dari BKHIT Maluku, diharapkan distribusi ternak ke wilayah Papua dapat berjalan lancar serta mendukung kebutuhan pangan dan pengembangan sektor peternakan di daerah tujuan.

“BKHIT Maluku tentu terus meningkatkan upaya pengawasan untuk memastikan kesehatan bagi komoditas hewan ikan dan tumbuhan sebelum dilalulintaskan dan sampai ke masyarakat,” kata dia.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026