Ambon (ANTARA) - Seorang nelayan yang dilaporkan terjatuh dari longboat di Perairan Desa Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah hingga kini belum ditemukan meski operasi pencarian telah memasuki hari keempat.
"Nelayan bernama Roy Souhoka (41) dilaporkan terjatuh dari perahu panjang (longboat) miliknya di sekitar Perairan Desa Haria sejak Rabu, (8/4) sekitar pukul 20.00 WIT," kata Kepala Kantor Pencarian dan pertolongan Basarnas Ambon Muhamad Arafah di Ambon, Minggu malam.
Setelah itu pada Kamis, (9/4) pukul 06.30 WIT, korban terlihat jatuh dari longboat oleh nelayan lain dan sempat melakukan upaya pencarian namun tidak membuahkan hasil.
Memasuki hari keempat Operasi SAR, Tim SAR Gabungan kembali dikerahkan melanjutkan pencarian korban di sekitar Perairan Pulau Saparua.
Sejak pukul 07.00 WIT Tim SAR Gabungan dikerahkan menyisir sejumlah titik koordinat sesuai SAR MAPS yang sudah ditentukan.
Upaya Pencarian korban terus dilakukan namun hingga menjelang sore hari pencarian kurang lebih 27 Nautical Mile Pulau Saparua hingga Perairan Pulau Haruku masih belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
"Operasi SAR hari kelima akan dilanjutkan kembali pada Senin, 13 April 2026 untuk mencari korban," ucapnya.
Sebelumnya, nelayan bernama Roy Souhoka berusia 41 tahun dilaporkan terjatuh dari longboat di sekitar Perairan Desa Haria, Kabupaten Maluku Tengah.
Kejadian tersebut sempat terlihat oleh nelayan setempat dan juga sudah melakukan pencarian namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Informasi tersebut kemudian diteruskan oleh Camat Saparua ke Comm Centre Basarnas Ambon guna bantuan SAR pada hari Kamis, (9/4) 2026.
Pewarta: Daniel LeonardEditor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026