Ternate (ANTARA) - Personel Polisi Wanita (Polwan) Polres Halmahera Tengah melaksanakan pemulihan trauma ("trauma healing") secara "door to door" di Desa Sibenpopo sebagai bentuk dukungan psikologis bagi warga, khususnya anak-anak dan orang tua usai bentrokan.
"Kami menyambangi rumah-rumah warga untuk memberikan dukungan psikologis secara langsung dalam suasana yang hangat dan humanis," kata Kasat Lantas Polres Halmahera Tengah Iptu Masqun di Halmahera Tengah, Minggu.
Dalam kegiatan tersebut, Polwan berinteraksi dengan anak-anak melalui pendekatan persuasif seperti bermain dan berdialog ringan guna mengurangi trauma. Sementara itu, kepada orang tua, petugas memberikan motivasi agar tetap tegar menghadapi situasi.
Masqun mengatakan pendekatan "door to door" dinilai efektif untuk membangun kedekatan sekaligus memastikan warga tidak merasa sendiri dalam menghadapi kondisi pascabentrokan.
Ia menambahkan kehadiran Polri tidak sekadar dalam penegakan hukum, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kondisi sosial dan psikologis masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kondisi psikologis warga, khususnya anak-anak, dapat berangsur pulih sehingga aktivitas sehari-hari kembali berjalan normal.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Maluku Utara Kombes Pol Wahyu Istanto Bram menyatakan tim psikologi bersama Brimob turut melaksanakan "trauma healing" bagi anak-anak di wilayah terdampak bentrokan di Halmahera Tengah.
"'Trauma healing' ini kami lakukan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak agar mereka dapat kembali ceria dan menjalani aktivitas seperti sediakala. Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pemulihan mental masyarakat," katanya.
Sebelumnya, warga Desa Sibenpopo dan Desa Banemo telah sepakat berdamai setelah bentrokan yang terjadi beberapa waktu lalu, dan kini mulai kembali beraktivitas normal.
Pewarta: Abdul FatahEditor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.