Ambon (ANTARA) - Tim SAR gabungan bersama masyarakat berhasil mengevakuasi jasad nelayan asal Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah atas nama Roy Souhoka (41) yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Perairan Waihoka, Desa Hulaliu, Kecamatan Pulau Haruku.
"Memasuki hari kelima operasi tim SAR bersama masyarakat setempat berhasil mengevakuasi korban," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon Muhamad Arafah di Ambon, Senin.
Pada pukul 09.51 WIT beberapa nelayan setempat menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di sekitar Perairan Waihoka dan dilaporkan kepada tim guna proses evakuasi.
Korban ditemukan pada jarak kurang lebih 2,4 nautical mile dari lokasi kejadian awal dan dievakuasi menuju Desa Haria di Pulau Saparua untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Pulau Haruku terletak antara Pulau Ambon dan Pulau Saparua, sehingga korban diduga kuat terseret arus laut hingga di lokasi penemuan jasadnya.
Nelayan tersebut awalnya dilaporkan melaut di sekitar Perairan Desa Haria sejak Rabu (8/4) sekitar pukul 20.00 WIT dan keesokan paginya beberapa nelayan melihat korban jatuh dari longboat.
Sejumlah nelayan kemudian sempat melakukan pencarian namun tidak membuahkan hasil.
Basarnas Ambon sempat melaksanakan operasi SAR sebelum korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur di antaranya Basarnas, Camat Saparua, Polsek Saparua, Denintel Kodam XV/Pattimura, dan masyarakat setempat.
Pewarta: Daniel LeonardUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026