Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku memanfaatkan platform Lawamena Satu Data Maluku untuk mempermudah layanan kepada masyarakat melalui integrasi dan interoperabilitas data lintas sektor.
Kepala Dinas Kominfo Provinsi Maluku Titus F. L. Renwarin di Ambon, Rabu mengatakan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan integrasi data melalui konsep Satu Data.
“Ini bukan sekadar keterhubungan sistem, tetapi bagaimana data dapat dimanfaatkan secara luas dan memberikan kemudahan bagi masyarakat serta pemangku kepentingan,” kata dia.
Upaya tersebut diperkuat melalui lokakarya ujicoba Interoperabilitas Lawamena Satu Data Maluku dengan Pelita SPDN yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Maluku bekerja sama dengan Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (SKALA) Maluku.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya tim SKALA, yang telah mendukung kelancaran kegiatan tersebut.
“Berkat dukungan SKALA, berbagai proses yang kita jalankan bisa berjalan dengan sangat baik. Kami sangat merasakan bahwa dengan kolaborasi ini, semua bisa berjalan dengan lebih lancar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan interoperabilitas menjadi langkah strategis dalam memastikan data dapat digunakan secara optimal oleh berbagai pihak, sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik di Maluku.
Dalam konteks pengelolaan data, ia menekankan peran strategis Dinas Kominfo sebagai walidata dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dalam menjamin ketersediaan dan kualitas data sektoral.
“Kominfo sebagai walidata memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kualitas dan ketersediaan data, sementara Bappeda berperan dalam perencanaan dan sinkronisasi data pembangunan,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Maluku, lanjut dia, menargetkan kesiapan data sektoral mencapai 100 persen pada pertengahan April 2026, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Selain itu, dukungan Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai penting dalam menjaga standar data, metadata, serta prinsip interoperabilitas yang sesuai ketentuan nasional.
Terkait integrasi sistem, Renwarin menekankan perlunya kejelasan jenis data yang akan diintegrasikan ke dalam platform Pelita SPDN, serta konektivitasnya dengan portal Lawamena Satu Data Maluku.
“Kita perlu memastikan data apa saja yang akan diintegrasikan, serta bagaimana integrasinya dengan portal Satu Data Maluku yang kita kenal sebagai Lawamena Satu Data Maluku,” katanya.
Ia juga menyoroti kesiapan teknis portal sebagai faktor penting menjelang peluncuran resmi, sehingga sistem yang dibangun benar-benar siap digunakan oleh publik.
“Harapan kita, pada saat peluncuran nanti, portal ini benar-benar siap dan dapat menunjukkan kualitas yang baik kepada publik,” tambahnya.
Sebagai bagian dari uji kesiapan, Pemprov Maluku berencana melakukan demonstrasi langsung di hadapan Gubernur, termasuk melalui perangkat pribadi, guna memastikan sistem berjalan optimal.
Dirinya berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan tata kelola data yang terintegrasi, akurat, dan mudah diakses masyarakat.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.