Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku melakukan pengujian Rose Bengal Test (RBT) pada ratusan ternak sebagai langkah deteksi dini terhadap penyakit yang disebabkan bakteri Brucella abortus, guna memastikan kesehatan ternak di wilayah tersebut.

Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Kamis mengatakan pengujian kepada sedikitnya 160 ekor sapi ini merupakan bagian dari upaya pengawasan lalu lintas ternak sekaligus menjamin bahwa hewan yang beredar dalam kondisi sehat dan bebas dari brucellosis.

“Melalui pengujian RBT, kami dapat melakukan skrining awal secara cepat terhadap kemungkinan adanya infeksi Brucella abortus pada ternak, khususnya sapi. Ini penting untuk mencegah penyebaran penyakit yang dapat merugikan peternak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, RBT atau Rose Bengal Test merupakan metode uji cepat berbasis serologi yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan antibodi terhadap bakteri Brucella dalam serum darah hewan.

Tes ini banyak digunakan karena praktis, cepat, dan efektif sebagai langkah awal sebelum dilakukan pengujian lanjutan yang lebih spesifik.

Menurut Willy, penyakit yang disebabkan oleh Brucella abortus merupakan salah satu penyakit menular pada ternak yang perlu diwaspadai. Bakteri ini dapat menyebabkan keguguran (abortus) pada sapi bunting, menurunkan produktivitas, serta berdampak pada kerugian ekonomi peternak.

“Selain berdampak pada hewan, penyakit ini juga bersifat zoonosis, artinya dapat menular ke manusia melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi atau konsumsi produk hewani yang tidak higienis, seperti susu yang tidak dipasteurisasi,” katanya.

BKHIT Maluku, lanjutnya, terus memperkuat pengawasan dan biosekuriti melalui pemeriksaan laboratorium, edukasi kepada peternak, serta pengendalian lalu lintas hewan antarwilayah.

Ia menegaskan bahwa deteksi dini melalui RBT menjadi langkah strategis dalam menjaga kesehatan ternak sekaligus mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan peternak di Maluku. Sementara ini hasil pengujian yang dilakukan tidak ditemukan bakteri berbahaya tersebut.

“Kami berkomitmen memastikan ternak yang dilalulintaskan dalam kondisi sehat, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar dia.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026