Ambon (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk memastikan keandalan suplai energi, khususnya LPG, bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian Kota Ternate Nursidah Dj Mahmud mengatakan sinergi tersebut penting untuk menjaga ketersediaan energi, terutama di tengah kondisi geopolitik saat ini.
Ia menyatakan pihaknya siap bersinergi dalam mengawal pendistribusian LPG di masyarakat. Menurut dia, dampak kondisi global perlu diinformasikan dan disosialisasikan secara terbuka agar tidak menimbulkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
"Ini menjadi penting untuk mencegah indikasi penyebaran informasi tidak benar, seperti permainan harga oleh spekulan atau pengecer," katanya.
Ia menambahkan Disperindag akan membantu Pertamina dalam menyosialisasikan kondisi geopolitik yang dapat berdampak pada ketersediaan LPG, dengan tetap mengedepankan keterbukaan informasi.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Ispiani Abbas mengatakan koordinasi tersebut penting untuk mengidentifikasi tantangan serta mencari opsi distribusi yang berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan masyarakat di Maluku Utara.
"Pertamina Patra Niaga menekankan pentingnya rantai distribusi dan pola suplai yang terintegrasi serta mandiri untuk menjaga ketersediaan stok LPG di tingkat agen. Salah satu upaya yang disampaikan adalah diversifikasi titik suplai dari Ambon," katanya.
Ia berharap pola suplai yang terintegrasi dalam satu wilayah dapat mengurangi ketergantungan terhadap suplai dari luar daerah, seperti Surabaya dan Makassar.
"Dengan memanfaatkan sarana dan fasilitas di Ambon, diharapkan dapat memperkuat jaminan ketersediaan LPG di tingkat agen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Ispiani.
Pewarta: Penina Fiolana MayautEditor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026