Ambon (ANTARA) - Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX Ambon memperkuat pengawasan wilayah laut di sekitar Blok Masela guna mendukung kelancaran pembangunan proyek strategis nasional (PSN) Lapangan Abadi.
Asisten Operasi Komandan Kodaeral IX Kolonel Laut (P) Priyo Dwi Saputro di Ambon, Jumat (17/4), mengatakan pihaknya siap mendukung pengamanan laut dan wilayah pesisir selama tahapan Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK) hingga fase konstruksi proyek.
"Kodaeral IX siap menggelar operasi pengamanan laut untuk memastikan stabilitas keamanan wilayah tetap terjaga, sehingga seluruh proses pembangunan Blok Masela dapat berjalan dengan lancar," katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Awal Tim Terpadu PDSK Blok Masela yang membahas penyediaan lahan untuk pembangunan kilang gas alam cair (LNG) beserta fasilitas pendukung.
Ia menjelaskan pengamanan laut menjadi bagian penting untuk menjamin kelancaran pembangunan, terutama karena jalur laut merupakan akses utama distribusi logistik proyek.
Menurut dia, penguatan pengawasan mencakup pengaturan alur logistik laut, penentuan titik labuh, serta identifikasi daerah rawan penyelundupan di sekitar lokasi.
Langkah tersebut, kata dia, penting sebagai mitigasi terhadap potensi gangguan keamanan yang dapat menghambat pelaksanaan proyek.
Selain itu, pihaknya mengusulkan agar Satuan Tugas PDSK melakukan koordinasi dengan Pos Angkatan Laut (Posal) dan Pangkalan TNI AL (Lanal) Saumlaki untuk menyinkronkan data nelayan terdampak.
Ia menambahkan, data nelayan binaan Lanal Saumlaki dapat digunakan sebagai pembanding dalam proses validasi sehingga penanganan dampak sosial dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Ia juga mengingatkan bahwa dinamika di wilayah darat dapat berdampak pada keamanan laut.
"Oleh karena itu, Kodaeral IX siap mengerahkan unsur patroli laut untuk mencegah hasutan maupun aktivitas ilegal yang memanfaatkan jalur laut,"
Sementara itu, proyek Blok Masela diproyeksikan menjadi salah satu penopang ketahanan energi nasional dengan kapasitas produksi sekitar 9,5 juta ton per tahun (mtpa) LNG, pipa gas 150 MMSCFD, serta 35.000 barel kondensat.
Pemerintah menetapkan alokasi produksi sekitar 60 persen untuk ekspor dan 40 persen untuk kebutuhan domestik.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026