Ambon (ANTARA) -
Perum Bulog Kantor Wilayah Maluku mengedukasi siswa sekolah menengah atas (SMA) terkait swasembada pangan guna meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap ketahanan pangan nasional.
Pemimpin Perum Bulog Wilayah Maluku dan Maluku Utara Rudy Senawi Tahir di Ambon, Senin (20/4), mengatakan edukasi tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi di Gudang Bulog Halong, Ambon.
"Ini bertujuan memperkenalkan peran Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan, khususnya beras. Siswa diberikan pemahaman mengenai proses pengelolaan beras, mulai dari pengadaan hingga distribusi ke masyarakat," katanya.
Ia menjelaskan program tersebut juga merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan swasembada pangan nasional yang tengah digalakkan pemerintah.
"Patut kita banggakan, karena Indonesia sudah mencapai hampir 5 juta ton. Kami ingin siswa mengetahui bahwa Indonesia memiliki ketersediaan beras yang cukup," ujarnya.
Untuk wilayah Maluku dan Maluku Utara, stok beras saat ini tercatat sekitar 15 ribu ton dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga enam bulan ke depan.
"Stok khususnya di Maluku dan Maluku Utara saat ini sekitar 15 ribu ton dan itu dipastikan aman hingga enam bulan ke depan," kata dia.
Kegiatan edukasi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sektor pangan kepada generasi muda agar lebih memahami pentingnya ketahanan pangan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua OSIS SMA Negeri 13 Ambon Kesya Mekar mengaku mendapatkan wawasan baru terkait peran Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan.
"Kami jadi tahu bagaimana proses beras dari awal sampai disimpan di gudang Bulog. Ternyata prosesnya panjang dan diawasi dengan baik," ujarnya.
Pewarta: Winda HermanEditor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.