Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku mengajak perempuan untuk semakin aktif mengambil peran sebagai penggerak pembangunan daerah, sejalan dengan semangat emansipasi diwariskan Raden Ajeng Kartini.
Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie di Ambon, Rabu, mengatakan perempuan Maluku memiliki potensi besar berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan, baik lingkungan keluarga, masyarakat, maupun pemerintahan.
“Kartini-Kartini muda di 'Bumi Raja-Raja' (sebutan Maluku) ini harus terus mengimplementasikan semangat Kartini, baik dalam keluarga, kehidupan sehari-hari, maupun di unit-unit kerja masing-masing,” kata dia dalam peringatan Hari Kartini 2026 di Ambon.
Menurut dia, semangat perjuangan Kartini perlu terus dihidupkan dalam konteks kekinian agar mampu melahirkan energi baru bagi perempuan untuk berdaya dan mandiri.
Ia menekankan pentingnya kesetaraan gender dalam pembangunan daerah.
Saat ini, kata dia, perempuan telah menunjukkan peran strategis di berbagai bidang, termasuk pemerintahan, legislatif, dan sektor swasta.
“Kita melihat sekarang perempuan mengambil peran besar, baik di pemerintahan, legislatif, maupun menduduki jabatan strategis di dunia swasta. Kesetaraan ini harus terus dijaga agar perempuan tidak lagi dipandang sebelah mata,” ujarnya.
Ketua TP PKK Provinsi Maluku Maya Baby Lewerissa mengatakan peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni, melainkan kesempatan memperkuat komitmen perempuan dalam pembangunan daerah.
“Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan bangsa, khususnya di Provinsi Maluku,” katanya.
Ia mengatakan perempuan melalui peran dalam keluarga dan pelaksanaan program pemberdayaan, seperti 10 Program Pokok PKK, dapat menjadi ujung tombak menciptakan masyarakat sejahtera dan berdaya saing.
Saat ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) masih didominasi laki-laki. TPAK laki-laki tercatat 76,84 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan yang 54,50 persen, menunjukkan adanya kesenjangan partisipasi angkatan kerja berdasarkan jenis kelamin di Maluku.
Melalui peringatan ini, Pemerintah Provinsi Maluku berharap, semakin memperkuat peran perempuan sebagai pilar penting pembangunan daerah menuju daerah setempat yang maju dan sejahtera.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026