Ambon (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengajak mahasiswa di Maluku untuk mampu menangkap peluang di tengah disrupsi global yang terus berkembang pesat, khususnya dalam perubahan dunia kerja dan dinamika global yang memengaruhi berbagai sektor kehidupan.

Dalam kuliah umum yang disampaikan kepada para wisudawan Universitas Pattimura (Unpatti) di Ambon, Kamis, Eddy menekankan dunia saat ini tengah menghadapi perubahan yang sangat cepat, sehingga kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama bagi para lulusan perguruan tinggi.

“Disrupsi global yang sedang kita hadapi perubahannya sangat cepat, termasuk perubahan pada sektor atau bidang lapangan pekerjaan. Karena itu adaptasi terhadap perubahan ini menjadi kunci dalam keberhasilan seorang sarjana,” ucapnya.

Ia menjelaskan perkembangan teknologi, seperti kecerdasan buatan (AI), telah meningkatkan produktivitas, namun juga menggeser sejumlah jenis pekerjaan. Selain itu, pandemi COVID-19 dan dinamika geopolitik global turut mempercepat perubahan yang berdampak pada stabilitas ekonomi dan rantai pasok dunia.

Pada sisi lain, lanjutnya, dit engah derasnya disrupsi global pada berbagai sektor, para sarjana kini mendapatkan banyak peluang pekerjaan untuk dapat berkarir setelah kuliah.

Profesi tidak hanya terbatas pada pekerjaan tertentu, seperti dokter, TNI, Polri, pilot dan lain sebagainya.

“Dewasa ini banyak sekali profesi baru yang menjanjikan bagi para sarjana kita, influencer, social media spesialist, blogger, dan banyak lagi, peluang-peluang digital inilah yang harus bisa ditangkap oleh lulusan Unpatti,” katanya.

Wakil Ketua MPR RI Dr Eddy Soeparno saat menyapa wisudawan Unpatti periode April 2026 (ANTARA/Dedy Azis)

Dalam kesempatan tersebut, Eddy juga menyampaikan peringatan serius terkait ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.

Ia menyoroti konflik di Timur Tengah yang menyebabkan ditutupnya Selat Hormuz sebagai pengingat bahwa sudah saatnya Indonesia mulai bergerak untuk beralih ke tenaga listrik.

Menurutnya, ketergantungan pada energi fosil dan impor migas membuat Indonesia tergolong rentan terhadap gejolak global, sehingga diperlukan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi.

“Oleh sebab itu melalui momentum ini juga membuka peluang untuk mempercepat transisi energi, khususnya di sektor ketenagalistrikan melalui pengembangan elektrifikasi, bioenergi, hidrogen hingga energi nuklir sebagai alternatif,” katanya.

Ia menambahkan dampak konflik global terhadap Indonesia saat ini relatif terkendali di sektor ketenagalistrikan yang masih bertumpu pada batu bara dan gas. Namun sektor transportasi, industri, dan rumah tangga, berpotensi terdampak apabila impor Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami hambatan.

Selain itu potensi kelangkaan bahan baku seperti plastik, pupuk, dan BBM tertentu juga dapat mendorong kenaikan harga berbagai produk, yang pada akhirnya berisiko menekan daya beli masyarakat dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Berkaitan dengan disrupsi global yang terjadi, ia berharap para wisudawan Unpatti dapat menjadi generasi yang tangguh, adaptif, dan mampu menjawab tantangan global ke depan.

“Mudah-mudahan teman-teman yang hari ini lulus bisa dengan cepat beradaptasi, dan kita di Universitas Pattimura menghasilkan pemimpin tangguh di Indonesia ke depannya,” kata Eddy.

Kuliah umum tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan wisuda Universitas Pattimura, sebagai bekal bagi para lulusan dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wakil MPR RI ajak mahasiswa tangkap peluang di tengah disrupsi global

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026