Ambon (ANTARA) - Sinergitas antara Pertamina Patra Niaga melalui Sales Area (SA) Retail Maluku bersama Pemprov Maluku memperkuat serta menjaga ketersediaan dan penyaluran LPG Non-Subsidi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Komitmen ini diperkuat melalui koordinasi distribusi LPG bersama pemerintah provinsi, Pemkab serta Pemkot bersama Hiswana Migas.

Sales Area Manager (SAM) Retail Maluku Aria Aditya di Ambon, Jumat, mengatakan, langkah strategis ini diambil untuk memastikan masyarakat di seluruh pelosok Maluku tetap mendapatkan akses energi dengan mudah di tengah dinamika rantai pasok energi global yang tengah fluktuatif.

Secara prinsip, katanya, ketahanan stok LPG di Maluku terus dijaga sebagai langkah adaptif terhadap perkembangan geopolitik, Pertamina mulai mengalihkan fokus pengisian LPG ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) yang ada di Kota Ambon untuk melayani kebutuhan seluruh wilayah Maluku.

Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok dan suplai terus dijaga. Pihaknya telah melakukan penyesuaian pola suplai dengan mengoptimalkan SPBE di Ambon sebagai pusat pengisian utama.

"Hal ini dilakukan agar masyarakat lebih mandiri secara energi dan tidak bergantung penuh pada pengiriman dari luar daerah seperti Surabaya," ucapnya.

Dia menekankan fokus utama saat ini adalah meningkatkan jaminan stok dan memastikan distribusi berjalan tanpa hambatan, terutama menuju wilayah-wilayah 3T seperti Kota Tual, Maluku Tenggara, Kepulauan Aru hingga Maluku Barat Daya.

Untuk menjaga stabilitas harga dan ketahanan stok di lapangan, Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Daerah sepakat untuk mengoptimalkan jalur pelayaran umum dan program Tol Laut.

Dukungan dari Pemerintah Daerah sangat krusial dalam mengakomodasi kelancaran logistik dari SPBE Ambon menuju daerah-daerah tersebut.

"Kami menggandeng Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk bersama-sama mengawal jalur pelayaran. Tujuannya untuk memastikan distribusi LPG sampai ke tangan konsumen dengan tepat waktu dan harga yang tetap objektif sesuai kondisi pasar," ujarnya.

Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Ispiani Abbas, meminta dukungan semua pihak untuk mengedukasi masyarakat agar tetap tenang dalam membeli LPG demi menjaga kondusivitas dan stabilitas pasar di lapangan.

Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman, tentu seluruh pihak bersepakat untuk menjaga stabilitas distribusi di lapangan dan mengoptimalkan sarana fasilitas energi yang ada di Maluku.

"Diharapkan sinergitas yang terjalin menjadi jaminan bahwa meski di tengah tantangan ekonomi global, distribusi energi di Maluku tetap kokoh dan terjaga secara berkelanjutan," kata Ispiani.

Sementara Kadis Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku, Abdul Haris menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh kelancaran penyaluran LPG Non-Subsidi di wilayah Maluku.

Dukungan ini mencakup koordinasi lintas instansi guna memastikan akses logistik dan jalur pelayaran tetap terbuka lebar.

"Tentu kami siap memberikan dukungan penuh, terutama dalam memfasilitasi koordinasi jalur pelayaran umum dan Tol Laut. Peran Pemerintah adalah memastikan bahwa distribusi dari SPBE Ambon menuju daerah-daerah tidak mengalami hambatan, sehingga ketahanan energi di seluruh wilayah Maluku tetap terjaga," katanya.



Pewarta: Daniel Leonard
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026