Ambon (ANTARA) -
Perum Bulog Kantor Wilayah Maluku dan Maluku Utara mencatat realisasi pengadaan beras mencapai 104,32 persen atau sebesar 2.730.113 kilogram dari target 2.617.000 kilogram pada tahun ini.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Maluku-Malut Rudy Senawi Tahir di Ambon, Jumat (24/4), mengatakan capaian tersebut menunjukkan pengadaan beras di wilayah setempat berjalan optimal.
"Capaian tersebut menunjukkan kinerja optimal jajaran Bulog di wilayah timur Indonesia dalam memastikan ketersediaan beras tetap terjaga," kata Rudy.
Ia mengatakan capaian pengadaan tersebut turut memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di wilayah Maluku dan Maluku Utara serta mendukung kelancaran distribusi beras ke masyarakat.
"Kami optimistis, dengan fondasi yang semakin kokoh ini, upaya menuju swasembada pangan dan kedaulatan pangan nasional dapat terwujud secara berkelanjutan," kata dia.
Bulog Maluku-Malut, kata dia, juga terus menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat di Kota Ambon, termasuk di Kecamatan Nusaniwe.
Di Nusaniwe, bantuan pangan disalurkan kepada 8.729 penerima bantuan pangan (PBP) yang tersebar di 13 kelurahan dan negeri (desa adat).
Selain itu, distribusi beras di wilayah kepulauan tetap menjadi perhatian mengingat tantangan geografis yang memengaruhi akses dan biaya logistik.
Secara nasional, Perum Bulog mencatat stok beras mencapai 5.000.198 ton hingga 23 April 2026.
Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan capaian tersebut menunjukkan komitmen dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras.
"Pencapaian 5 juta ton ini adalah wujud komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras," ujarnya.
Pewarta: Winda HermanEditor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.