Ambon (ANTARA) -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menggandeng Kantor Wilayah Bea Cukai Maluku untuk memperkuat akses pembiayaan serta mendorong fasilitasi ekspor bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.

“Kami menegaskan komitmen berkolaborasi antar lembaga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan transaksi ekspor impor yang melibatkan UMKM di Maluku,” kata Kepala Kantor OJK Maluku Haramin Billady, di Ambon, Selasa.

Kolaborasi ini ditandai melalui audiensi antara Kepala OJK Provinsi Maluku dan Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Maluku sebagai upaya mempererat sinergi antar lembaga dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada penguatan pemahaman akses pembiayaan, peningkatan kapasitas usaha, serta fasilitasi ekspor bagi UMKM agar mampu bersaing di pasar global.

Selain itu, audiensi juga menegaskan komitmen bersama dalam mendorong peningkatan transaksi ekspor-impor yang melibatkan pelaku UMKM di Provinsi Maluku, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Maluku Estty Purwadiani Hidayatie, menyampaikan dukungannya terhadap penguatan kapasitas pelaku usaha, khususnya eksportir, melalui kemudahan fasilitasi ekspor dan pemahaman regulasi.

“Bea Cukai siap mendukung pelaku usaha, khususnya UMKM, dalam memahami prosedur ekspor, regulasi, serta persyaratan yang dibutuhkan, termasuk dalam mengakses pembiayaan,” ujarnya.

Audiensi ini menjadi langkah awal dalam memperkuat koordinasi antara OJK Provinsi Maluku dan Bea Cukai Maluku dalam menciptakan ekosistem UMKM yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Ke depan, kedua lembaga berkomitmen untuk terus mengembangkan program kolaboratif yang mendorong peningkatan kualitas produk, akses pasar, serta literasi keuangan bagi pelaku UMKM di Maluku.

Upaya ini diharapkan tidak hanya memperluas peluang ekspor, tetapi juga meningkatkan kontribusi UMKM terhadap perekonomian daerah, sekaligus memperkuat posisi Maluku dalam jaringan perdagangan nasional dan internasional.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026