Ambon (ANTARA) -
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku bersama Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Maluku memperkuat pengawalan mutu dan kemurnian benih bawang merah melalui koordinasi teknis yang menyasar langsung proses di lapangan.
“Kami berkomitmen menghasilkan benih bawang merah unggul melalui penerapan teknologi budidaya yang tepat serta pengawasan ketat di setiap tahapan produksi,” kata Kepala BBRMP Maluku Gunawan di Ambon, Selasa.
Ia mengatakan hal tersebut menjadi langkah strategis dalam menjamin kualitas benih yang dihasilkan, sekaligus mendukung pengembangan komoditas bawang merah di wilayah Maluku.
Dalam pertemuan kedua balai tersebut, dibahas secara rinci tahapan pemurnian benih bawang merah, mulai dari survei lapangan, seleksi umbi sumber, pengamatan pertanaman, hingga proses sertifikasi.
“Seluruh tahapan ini dinilai krusial untuk memastikan benih yang dihasilkan memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan,” ujar dia.
Kepala BPSB Maluku Mufli Tuanaya menegaskan bahwa pemurnian benih harus dilakukan secara konsisten guna menjaga kemurnian varietas serta menjamin kualitas benih sesuai standar operasional.
“Pemurnian benih harus dilakukan secara konsisten agar varietas tetap terjaga kemurniannya dan kualitas benih yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” kata Mufli.
Koordinasi itu juga menjadi wadah untuk menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan kapasitas teknis para petugas dan penangkar benih di lapangan.
Melalui sinergisitas antara BBRMP Maluku dan BPSB Maluku, diharapkan produksi benih bawang merah berkualitas di Maluku terus meningkat. Upaya itu tidak hanya memenuhi kebutuhan benih lokal, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan petani di daerah.
Ke depan, menurut dia, penguatan pengawasan di tingkat lapangan akan terus dioptimalkan, termasuk melalui pendampingan intensif kepada penangkar benih serta evaluasi berkala terhadap proses produksi. Langkah itu penting untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai standar dan mampu menjawab tantangan peningkatan produksi bawang merah di Maluku.
Selain itu, kolaborasi lintas lembaga diharapkan semakin diperluas, baik dengan pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan lainnya, guna mendorong ketersediaan benih unggul secara berkelanjutan. Dengan dukungan tersebut, sektor hortikultura, khususnya bawang merah, dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi petani di wilayah Maluku.
Pewarta: Winda HermanUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.