Ambon (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Maluku dan Maluku Utara menargetkan penyerapan beras petani lokal sebanyak 5.000 ton hingga Desember 2026.
Manajer Supply Chain Bulog Maluku-Maluku Utara Abdul Aziz di Ambon, Selasa, mengatakan target tersebut meningkat dari sebelumnya 2.000 ton setelah realisasi penyerapan melampaui target awal.
“Sejak Januari 2026 kami ditargetkan menyerap 2.000 ton, namun realisasinya sudah melampaui hingga sekitar 2.611 ton,” kata Aziz.
Ia menyebutkan hingga saat ini total penyerapan telah mencapai sekitar 2.700 ton dan ditargetkan terus meningkat hingga akhir tahun.
Penyerapan beras dilakukan di sejumlah sentra produksi, antara lain Pulau Buru, wilayah Kobisonta di Kabupaten Maluku Tengah, serta Gemba di Kabupaten Seram Bagian Barat.
Untuk mencapai target tersebut, Bulog bekerja sama dengan Dinas Pertanian, gabungan kelompok tani, pengusaha penggilingan padi, serta TNI di daerah sentra panen.
Aziz menjelaskan penyerapan di wilayah Gemba dan Kobisonta telah selesai, sementara panen berikutnya diperkirakan berlangsung pada akhir Mei hingga Juni.
“Masa panen berlangsung bergiliran di tiap kecamatan, tidak serentak,” ujarnya.
Sementara itu, kondisi di Pulau Buru berbeda karena masa panen berlangsung sepanjang tahun sehingga penyerapan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Ia memastikan Bulog akan terus menyerap hasil panen petani lokal di wilayah Maluku guna mendukung ketahanan pangan daerah sesuai arahan Badan Pangan Nasional.
Pewarta: Winda HermanUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.