Ambon (ANTARA) -
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menghadirkan program Sarana Informasi Mobil Literasi dan Edukasi Keuangan (SiMOLEK) Baronda sebagai upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat.
“Program sarana informasi mobil literasi dan edukasi keuangan atau SiMOLEK dikemas dalam bentuk layanan bergerak yang menyasar langsung masyarakat di berbagai titik di Kota Ambon dan sekitarnya,” kata Kepala Kantor OJK Maluku Haramin Billady di Ambon, Rabu.
Melalui kegiatan itu, ia mengatakan OJK Maluku ingin memastikan akses informasi keuangan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Kehadiran SiMOLEK Baronda tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan berbagai layanan, seperti pengecekan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), konsultasi produk dan layanan jasa keuangan, hingga penyampaian informasi terkait pengelolaan keuangan yang bijak.
Adapun kegiatan SiMOLEK Baronda dijadwalkan berlangsung di beberapa lokasi strategis, antara lain Pasar Transit Passo pada 30 April 2026, kawasan Kota Jawa pada 6 Mei 2026, Lapangan Merdeka Ambon pada 8 Mei 2026, serta Ambon City of Music pada 13 Mei 2026, dengan waktu pelayanan pada pagi hingga siang hari.
“Melalui program ini, kami berharap masyarakat dapat lebih memahami produk dan layanan keuangan, serta mampu mengambil keputusan finansial yang tepat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar dia.
Selain itu, kegiatan itu juga menjadi bagian dari komitmen OJK dalam mendorong peningkatan literasi keuangan nasional, khususnya di wilayah Maluku, sehingga masyarakat semakin terlindungi dari risiko penyalahgunaan layanan keuangan ilegal.
Masyarakat pun diimbau untuk memanfaatkan kehadiran SiMOLEK Baronda sebagai sarana mendapatkan informasi dan edukasi keuangan secara langsung, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan.
Pewarta: Winda HermanUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.