Ambon (ANTARA) - Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyebut pembangunan Maluku Integrated Port (MIP) sebagai pelabuhan terintegrasi akan menjadi pusat logistik strategis di kawasan timur Indonesia guna mengatasi disparitas harga dan memperkuat rantai pasok antarwilayah.
Gubernur Hendrik Lewerissa di Ambon, Kamis, mengatakan proyek tersebut merupakan bagian dari upaya transformasi ekonomi daerah yang selama ini terkendala distribusi logistik yang belum efisien.
"Maluku Integrated Port ini adalah mimpi besar kita. Ke depan, pelabuhan ini akan menjadi hub logistik bagi Indonesia Timur hingga Pasifik Barat Daya," ujarnya.
Menurut dia, MIP dirancang sebagai simpul utama distribusi barang yang menghubungkan jalur laut nasional dan internasional, sekaligus memangkas rantai pasok yang panjang.
Ia menjelaskan sistem pelabuhan terintegrasi tersebut menggabungkan berbagai fungsi dalam satu kawasan, mulai dari pelabuhan logistik utama (hub port), pelabuhan pengumpan (feeder), hingga konektivitas dengan pusat produksi di wilayah kepulauan.
"Dengan sistem ini, distribusi barang tidak lagi bergantung sepenuhnya dari luar daerah. Kita akan memperkuat arus barang dari dalam Maluku sendiri, lalu didistribusikan secara efisien ke seluruh wilayah," kata dia.
Selain itu, kawasan pelabuhan akan dilengkapi infrastruktur pendukung seperti pusat pergudangan, kawasan industri, serta sistem digital logistik untuk meningkatkan efisiensi distribusi.
Lewerissa menambahkan MIP juga dirancang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang terintegrasi dengan pengembangan sektor unggulan, termasuk perikanan, energi, dan hilirisasi sumber daya alam.
"Di kawasan itu akan tumbuh ekosistem ekonomi baru, termasuk kawasan ekonomi khusus, pelabuhan perikanan hingga pusat pergudangan," ujarnya.
Ia menilai keberadaan pelabuhan tersebut akan menurunkan biaya logistik, meningkatkan daya saing produk lokal, serta menarik investasi ke wilayah Maluku dan kawasan timur Indonesia.
Lewerissa mengatakan pengembangan pelabuhan tersebut juga akan terhubung dengan proyek besar lainnya seperti pengembangan Blok Abadi Masela, sehingga menciptakan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kami berharap seluruh program ini dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Maluku ke depan," katanya.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026