Ambon (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku memfokuskan pengaktifan kembali Terminal Khusus (Tersus) di Banda Neira, Maluku Tengah, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.
Kepala Bidang Dokumen Perjalanan, Izin Tinggal, dan Status Keimigrasian Imigrasi Maluku Sukri Martin di Ambon, Selasa (5/5), mengatakan langkah tersebut penting untuk mendukung akses wisatawan asing sekaligus memperkuat pengawasan keimigrasian.
"Banda Neira bukan sekadar destinasi wisata biasa, tetapi ikon pariwisata Maluku yang memiliki daya saing global. Pengaktifan kembali Tersus menjadi langkah penting untuk mendukung kemudahan akses bagi wisatawan asing sekaligus meningkatkan pengawasan keimigrasian," ujar dia.
Menurut dia, upaya tersebut diperkuat melalui koordinasi dengan Imigrasi Kelas I TPI Ambon guna membahas langkah teknis dan strategis percepatan operasional Tersus.
Ia menilai Banda Neira memiliki daya tarik sebagai destinasi wisata kelas dunia, mulai dari keindahan alam, sejarah, hingga budaya yang diminati wisatawan asing.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Maluku Tengah, kunjungan wisatawan mancanegara ke Banda Neira mencapai 365 orang, sementara wisatawan nusantara sebanyak 1.441 orang.
Karena itu, kata dia, diperlukan kajian komprehensif untuk memastikan kesiapan pengaktifan Tersus, meliputi aspek infrastruktur, sumber daya manusia, dan regulasi pendukung.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan Pemerintah Daerah Maluku Tengah guna memastikan dukungan fasilitas operasional.
"Sinergi dengan Pemerintah Daerah Maluku Tengah menjadi kunci keberhasilan program ini. Dukungan yang telah disampaikan merupakan sinyal positif bahwa pengaktifan kembali Tersus bukan hanya kebutuhan institusional, tetapi juga harapan bersama untuk kemajuan daerah," katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon Eben Rifki Taufan menyatakan kesiapan jajarannya untuk menindaklanjuti rencana tersebut.
"Kami siap mendukung penuh pengaktifan kembali Tersus di Banda Neira. Dalam waktu dekat, kami akan menyusun kajian dan melakukan koordinasi intensif, termasuk menjalin komunikasi dengan Pemerintah Daerah Maluku Tengah agar seluruh proses berjalan optimal," ujar dia.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026