Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku memeriksa sebanyak 333 hewan kurban yang dilalulintaskan dari Kobisadar, Kabupaten Seram Bagian Timur, menuju Mimika, Papua Tengah, guna memastikan keamanan dan kesehatan ternak sesuai ketentuan karantina.
Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Rabu, mengatakan ratusan hewan kurban tersebut terdiri atas 175 ekor sapi dan 158 ekor kambing yang diberangkatkan dengan pengawasan ketat oleh petugas karantina Satuan Pelayanan (Satpel) Kobisadar.
“Seluruh hewan yang dilalulintaskan telah melalui prosedur karantina secara menyeluruh, sehingga dipastikan dalam kondisi sehat dan aman untuk dikirim ke daerah tujuan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, prosedur yang diterapkan BKHIT Maluku mengacu pada standar operasional karantina hewan, yang dimulai dari pemeriksaan kelengkapan dokumen, seperti sertifikat kesehatan hewan dan dokumen perizinan lainnya.
Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan kondisi hewan dalam keadaan sehat, tidak menunjukkan gejala klinis penyakit, serta layak untuk diangkut.
Selain itu, dilakukan pula pengambilan sampel untuk pengujian laboratorium guna mendeteksi kemungkinan adanya hama dan penyakit hewan karantina (HPHK) yang dapat membahayakan kesehatan hewan maupun manusia.
“Jika seluruh tahapan telah terpenuhi dan hasilnya dinyatakan aman, barulah diterbitkan sertifikat kesehatan sebagai syarat pelalulintasan,” kata dia.
Menurut dia, pengawasan juga dilakukan saat proses pemuatan dan pengangkutan guna memastikan kesejahteraan hewan tetap terjaga selama perjalanan, termasuk kepadatan muatan, ketersediaan pakan, serta kondisi sarana angkut.
Dirinya menegaskan bahwa pengawasan ketat ini merupakan bentuk komitmen BKHIT Maluku dalam menjamin distribusi hewan kurban tetap aman, sehat, dan sesuai ketentuan, terutama menjelang kebutuhan hari besar keagamaan.
“Dengan pengawasan yang optimal, kami memastikan hewan kurban yang dikirim bebas dari penyakit dan memenuhi standar kesehatan, sehingga masyarakat di daerah tujuan dapat menerima ternak yang aman untuk dikonsumsi,” ujarnya.
BKHIT Maluku terus memperkuat pengawasan lalu lintas hewan antarwilayah sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit, sekaligus menjaga kelancaran distribusi ternak di kawasan timur Indonesia.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026