Ambon (ANTARA) -

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, menyiapkan pembentukan bank sampah unit di seluruh negeri dan kelurahan sebagai upaya memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya, demi mewujudkan Kota Ambon yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

“Masalah penanganan sampah ini kita sadari belum selesai. Dibutuhkan peran dan kesadaran bersama tentang pentingnya membuang dan mengelola sampah dengan baik,” kata Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena di Ambon, Senin.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Ambon saat meresmikan fasilitas tempat pengolahan dan pembuangan sampah Ecolife di Taman Pattimura, Kota Ambon.

Peresmian fasilitas tersebut merupakan hasil kerja sama Pemkot Ambon dengan PT Jasa Raharja Perwakilan Provinsi Maluku, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan Bank Sampah Induk Bumi Lestari.

Bodewin menegaskan pemkot berkomitmen mewujudkan Ambon sebagai kota yang bersih, nyaman, dan asri, sejalan dengan 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon.

“Secara lokal Pemkot Ambon telah melaksanakan Gerakan Ambon Bersih, Asri, dan Nyaman sesuai dengan visi pemerintah pusat,” ujarnya.

Menurutnya, Pemkot Ambon juga terus memperkuat kapasitas pengelolaan sampah melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola sampah, seperti petugas kebersihan dan penyapu jalan.

Namun demikian ia mengakui persoalan sampah di Kota Ambon belum sepenuhnya terselesaikan dan membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, swasta, pelaku usaha, hingga masyarakat.

Ia menjelaskan Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon saat ini terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah, termasuk melalui penyediaan collection point yang didukung sejumlah BUMN dan instansi vertikal.

Menurut Bodewin, kolaborasi dengan PNM dan Jasa Raharja dalam pembangunan TPS Ecolife menjadi contoh keterlibatan berbagai pihak dalam membantu menutupi keterbatasan yang dimiliki pemerintah daerah.

“Kekurangan yang dimiliki pemkot bisa tertutupi oleh pihak-pihak lain. Itu sebenarnya tujuan kolaborasi yang kita bangun bersama,” katanya.

Ia berharap ke depan setiap negeri dan kelurahan di Kota Ambon memiliki sedikitnya dua hingga tiga bank sampah unit yang terintegrasi dengan bank sampah induk sehingga proses pemilahan sampah dapat dilakukan langsung dari sumbernya.

“Kalau setiap desa, kelurahan, dan negeri, ada dua atau tiga bank sampah unit, maka sampah bisa terpilah di sana. Tidak perlu menunggu sampai ke TPA atau TPST,” ujarnya.

Bodewin juga mengajak masyarakat mulai memilah sampah dari rumah tangga dengan memisahkan sampah organik, nonorganik, dan residu, karena langkah tersebut dinilai sangat membantu pemerintah dalam penanganan sampah di Kota Ambon.

“TPS Ecolife ini memberikan gambaran bahwa setidaknya kita bisa memilah sampah. Kalau masyarakat sudah sadar membuang sampah pada tempat dan waktunya, maka pemerintah akan sangat terbantu,” ucap Bodewin.

Bodewin mengapresiasi PNM Cabang Ambon, Jasa Raharja, dan Bank Sampah Induk Bumi Lestari, atas dukungan dan kerja sama dalam pengembangan pengelolaan sampah di Kota Ambon.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026