Ambon (ANTARA) -

Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku menggandeng UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (BPTPHP) serta Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Maluku untuk memperkuat kemandirian benih di wilayah kepulauan.

“Kami ingin membangun sinergi antar lembaga agar kebutuhan benih unggul di Maluku bisa dipenuhi secara mandiri dan berkelanjutan,” kata Kepala BBRMP Maluku Gunawan di Ambon, Selasa.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pertemuan strategis yang berlangsung di Ambon. Pertemuan itu dihadiri Kepala UPTD BPTPHP Maluku Jufri Mulyadi Ohoiratan, serta Kepala UPTD BPSB Provinsi Maluku Mufli Tuanaya. Kegiatan tersebut menjadi langkah memperkuat sinergi antar lembaga pertanian dalam mendukung ketahanan pangan dan kemandirian benih di Maluku.

Kunjungan tersebut disambut Kepala BBRMP Maluku Gunawan, bersama dua Ketua Tim Kerja Pendampingan Program Wilayah I dan II, yakni Utoyo dan Anastasya Connie Bora. Turut hadir pula Kelsi CWS Hamid selaku Penyuluh Pertanian Provinsi Maluku.

Dalam pertemuan itu, pembahasan difokuskan pada koordinasi pengawasan benih dan proses seleksi tanaman calon benih di lapangan. Selain itu, dibahas pula pengawasan hama dan penyakit tanaman guna memastikan kualitas produksi pertanian tetap terjaga.

“Pengawasan benih dan seleksi tanaman calon benih harus dilakukan secara ketat agar kualitas produksi pertanian tetap terjaga,” ujar dia.

Pada 2026, BBRMP Maluku diketahui tengah memproduksi benih sumber untuk sejumlah komoditas strategis, seperti padi, jagung, dan bawang merah sebagai upaya mendukung kebutuhan benih unggul di daerah.

Salah satu gagasan utama yang mengemuka dalam pertemuan tersebut ialah pembangunan konsep kemandirian benih di wilayah kepulauan. Melalui konsep itu, Maluku diharapkan tidak lagi bergantung pada pasokan benih dari luar daerah.

Dengan memanfaatkan potensi lokal dan memperkuat sistem perbenihan daerah, ketersediaan benih berkualitas dinilai dapat lebih terjamin, mudah diakses petani, serta sesuai dengan kondisi agroekosistem setempat.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026