Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus menjaga stabilitas harga bahan pangan menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 dengan pengawasan pasar, distribusi stok, serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Perdagangan Maluku Achmad Jais Ely di Ambon, Rabu, mengatakan langkah tersebut dilakukan guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga tetap terkendali di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

“Pemerintah provinsi terus melakukan pemantauan harga dan stok pangan di 11 kabupaten/kota agar masyarakat tetap mendapatkan bahan pokok dengan harga yang wajar dan pasokan yang cukup menjelang Idul Adha,” katanya.

Berdasarkan data pemantauan harga bahan pokok Disperindag Maluku per 13 Mei 2026, sejumlah komoditas strategis masih relatif stabil. Harga beras premium di Kota Ambon tercatat Rp17 ribu per kilogram, sementara di Tual dan Maluku Barat Daya mencapai Rp20 ribu per kilogram. Untuk beras medium di Ambon berada pada kisaran Rp14 ribu per kilogram.

Selain itu, harga bawang merah di Ambon tercatat Rp17 ribu per kilogram, cabai keriting Rp17 ribu per kilogram, telur ayam Rp17 ribu per kilogram, sedangkan daging sapi berada di kisaran Rp14 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram di sejumlah daerah.

Ia menjelaskan pengawasan pasar dilakukan secara langsung bersama tim satuan tugas pangan, termasuk di Pasar Mardika Ambon, guna memastikan para pedagang tidak menjual kebutuhan pokok di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Menurut dia, pengawasan tersebut penting untuk mencegah praktik penimbunan maupun spekulasi harga yang dapat memicu inflasi daerah menjelang hari raya.

Selain pengawasan pasar, Disperindag Maluku juga menggelar Gerakan Pangan Murah di sejumlah titik strategis dengan menyediakan bahan pangan bersubsidi untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang momentum keagamaan ketika permintaan pangan meningkat,” ujarnya.

Pemprov Maluku juga memperkuat sinergi distribusi dan pengendalian stok pangan antarwilayah guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman, termasuk distribusi telur dan komoditas penting lainnya ke Ambon, Namlea, Masohi, dan wilayah Seram.

Dirinya mengatakan koordinasi dengan distributor, Bulog, serta pemerintah kabupaten/kota terus dilakukan agar jalur distribusi pangan tetap lancar meski kondisi geografis Maluku sebagai daerah kepulauan memiliki tantangan tersendiri.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026