Ambon (ANTARA) - Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon mengukuhkan sebanyak 29 dokter baru sebagai bagian dari upaya mendukung pemerataan pelayanan kesehatan di Provinsi Maluku, khususnya di wilayah terpencil dan kepulauan.

Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath saat membuka Yudisium Dokter dan Pengambilan Sumpah Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura di Ambon, Rabu, mengatakan para dokter muda memiliki tanggung jawab besar untuk mengabdi kepada masyarakat.

“Jadilah dokter yang bukan hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian terhadap masyarakat. Profesi dokter adalah profesi mulia karena bukan hanya bekerja untuk mencari nafkah, tetapi juga menyelamatkan dan memberi harapan bagi orang lain,” katanya.

Sebanyak 29 dokter itu resmi dikukuhkan sebagai dokter berdasarkan Surat Keputusan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Nomor 1506/UN13.1.9/SK/2026.

Ia mengatakan kebutuhan tenaga dokter di Maluku masih menjadi tantangan, terutama di sejumlah daerah terpencil dan puskesmas yang hingga kini kekurangan tenaga kesehatan.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku berharap para dokter muda lulusan Unpatti memiliki semangat pengabdian untuk melayani masyarakat di wilayah yang membutuhkan akses kesehatan.

“Masyarakat di desa-desa terpencil juga membutuhkan pelayanan kesehatan yang baik. Kehadiran seorang dokter di tempat seperti itu sering kali bukan hanya menyembuhkan penyakit, tetapi juga memberi rasa aman dan harapan bagi masyarakat,” ujarnya.

Vanath juga mengapresiasi Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura yang dinilai terus berkembang dan menjadi salah satu kebanggaan pendidikan tinggi di Maluku dalam mencetak tenaga medis berkualitas.

Ia menegaskan momentum pengambilan sumpah dokter bukan sekadar seremoni akademik, melainkan awal dari tanggung jawab pengabdian kepada masyarakat dan kemanusiaan.

Selain itu, Wagub mengingatkan para dokter muda agar terus meningkatkan kapasitas diri seiring perkembangan dunia kedokteran dan tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.

Dalam kesempatan itu, Vanath juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi di Maluku. Menurutnya, dunia pendidikan menjadi contoh kehidupan keberagaman yang harmonis di tengah masyarakat.

“Kalau kita ingin Maluku maju, maka Maluku harus tetap aman, damai, dan rukun. Pendidikan harus menjadi ruang yang memperkuat persaudaraan dan kemajuan bersama,” ujarnya.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026