Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku melakukan pengujian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap kerbau asal Namlea, Kabupaten Buru, menjelang Idul Adha 1447 Hijriah guna memastikan kesehatan hewan kurban yang akan dilalulintaskan antarwilayah.
Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Rabu, mengatakan pengujian dilakukan melalui operasional Laboratorium Serologis terhadap 46 sampel serum darah kerbau menggunakan metode ELISA NSP.
“Pengujian ini merupakan langkah deteksi dini untuk memastikan hewan yang dilalulintaskan dalam kondisi sehat dan bebas dari indikasi infeksi PMK, terutama menjelang meningkatnya distribusi hewan kurban saat Idul Adha,” katanya.
Ia menjelaskan pengujian ELISA NSP merupakan metode serologis yang digunakan untuk mendeteksi antibodi terhadap virus PMK akibat infeksi alami pada hewan.
Menurut dia, metode tersebut mampu mengidentifikasi keberadaan antibodi non-structural protein (NSP) yang muncul ketika hewan pernah terpapar virus PMK secara alami, sehingga sangat penting dalam kegiatan surveilans penyakit hewan menular strategis.
“Metode ELISA NSP memiliki tingkat akurasi yang baik dalam mendeteksi paparan virus PMK. Dengan pengujian ini, kami dapat mengetahui lebih cepat potensi penyebaran penyakit sehingga langkah pengendalian dapat segera dilakukan,” ujarnya.
Dirinya mengatakan pengawasan kesehatan hewan menjadi semakin penting menjelang Idul Adha karena permintaan dan mobilitas ternak mengalami peningkatan signifikan.
Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit hewan menular antarwilayah apabila tidak disertai pengawasan dan pemeriksaan kesehatan yang ketat.
“Momentum Idul Adha identik dengan tingginya lalu lintas ternak, sehingga pengawasan karantina harus diperkuat agar hewan kurban yang diterima masyarakat aman, sehat, dan layak,” katanya.
Ia menambahkan kegiatan pengujian ini juga menjadi bagian dari komitmen BKHIT Maluku dalam mendukung keamanan pangan asal hewan serta melindungi sumber daya peternakan daerah dari ancaman PMK.
Dengan dukungan laboratorium yang cepat, akurat, dan berstandar, lanjutnya, Karantina Maluku terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran penyakit hewan demi menjaga kesehatan masyarakat dan stabilitas sektor peternakan di Maluku.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026