Ambon (ANTARA) -
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, Maluku, mengimbau masyarakat di daerah itu untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menjaga sanitasi lingkungan guna mencegah risiko penyebaran Hantavirus.
"Kami mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penyebaran virus tersebut," kata Kepala Dinkes Kota Ambon Johan Stevanus Norimarna, di Ambon, Rabu.
Dia mengatakan, Dinkes Kota Ambon memastikan hingga kini belum ditemukan kasus hantavirus di wilayah setempat. Kendati demikian, kewaspadaan terhadap penyebaran virus tetap ditingkatkan.
Dinas Kesehatan Kota Ambon, kata dia, menginstruksikan seluruh tenaga kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas untuk siaga mengantisipasi potensi penyebaran virus tersebut.
“Prinsipnya kami tetap waspada. Seluruh dokter dan tenaga medis di rumah sakit maupun puskesmas telah kami instruksikan untuk siap siaga. Kami juga meneruskan edaran dari kementerian ke seluruh fasilitas kesehatan sebagai panduan pencegahan dan penanganan,” ujarnya.
Menurut Johan, seluruh tenaga medis di fasilitas kesehatan diminta mampu mengenali tanda dan gejala yang dialami pasien sehingga langkah antisipasi dan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
“Jadi harus siap dan siaga perhatikan gejalanya apa yang dialami pasien, sehingga bisa ditangani dengan baik,” katanya.
Ia menjelaskan Hantavirus merupakan virus yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus, sehingga menjaga kebersihan hunian menjadi sangat krusial.
Virus tersebut, kata dia, dapat menyebabkan dua sindrom utama yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru serta Hemorrhagic Fever Renal Syndrome (HFRS) yang berdampak pada ginjal.
Gejala awal hantavirus umumnya menyerupai flu seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot yang muncul satu hingga delapan minggu setelah paparan. Dalam kondisi berat, penyakit tersebut dapat berkembang menjadi sesak napas hingga gagal ginjal.
Pewarta: Winda HermanUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.