Ambon (ANTARA) -

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku mendorong kepedulian generasi muda terhadap konservasi alam melalui kegiatan studi observasi yang diikuti 30 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Khairun di Seksi KSDA Wilayah I Ternate.

“Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pendidikan serta meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya pelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistem di Maluku Utara,” kata Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Balai KSDA Maluku Jingga Dwi Harpah Prasasti Ali, di Ambon, Jumat.

Melalui observasi lapangan, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenal berbagai satwa endemik dan khas Maluku Utara yang berada di wilayah kerja Seksi KSDA Wilayah I Ternate.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan wawancara dan pengumpulan data terkait jenis satwa, habitat, status konservasi, hingga berbagai upaya pelestarian yang dilakukan petugas di lapangan.

Mahasiswa juga berkesempatan melakukan pengamatan dan dokumentasi secara langsung terhadap satwa yang berada di kawasan Seksi KSDA Wilayah I Ternate.

Ia mengatakan , kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi upaya membangun sinergi antara BKSDA Maluku dan dunia pendidikan dalam mendukung pelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Melalui interaksi dan pembelajaran langsung di lapangan, BKSDA Maluku berharap tumbuh kepedulian, partisipasi, dan semangat generasi muda untuk turut menjaga kelestarian alam Indonesia, khususnya di Maluku Utara.

BKSDA Maluku menilai keterlibatan generasi muda dalam kegiatan edukasi konservasi menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran lingkungan sejak dini, sekaligus menciptakan calon pendidik yang mampu menanamkan nilai-nilai pelestarian alam kepada masyarakat di masa depan.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026