Ambon (ANTARA) - Kantor Bea Cukai Ambon menyebut Thailand menjadi pasar strategis ekspor ikan tuna Yellowfin asal Maluku setelah ekspor perdana komoditas tersebut menuju negara itu mendapat respons positif pembeli.

"Respons positif dari pihak pembeli di Bangkok diharapkan dapat membuka jalan bagi pengiriman rutin berikutnya," kata Kepala Kantor Bea Cukai Ambon Kurniawan Hari Purnomo di Ambon, Jumat (15/4). 

Menurut dia, Thailand dipandang sebagai pasar strategis mengingat tingginya permintaan produk perikanan olahan di kawasan tersebut.

Kurniawan mengatakan pengiriman ke Thailand oleh PT Lumbung Ikan Maluku (LIM) menjadi uji pasar awal di kawasan Asia Tenggara setelah produk perikanan Maluku sebelumnya berhasil menembus pasar Amerika Serikat dan Jepang.

Pengiriman ekspor perdana tersebut dilakukan melalui Bandara Pattimura Ambon menggunakan jalur udara untuk menjaga kualitas produk dan mempercepat distribusi kepada pembeli di Thailand.

Ia menilai perluasan negara tujuan ekspor menjadi langkah penting dalam pengembangan sektor perikanan Maluku sekaligus membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha perikanan daerah.

"Kami mendorong agar langkah awal ini dapat berkembang menjadi hubungan dagang yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha perikanan lainnya di Maluku untuk masuk ke pasar Asia Tenggara," ujarnya.

Selain itu, Bea Cukai Ambon juga memberikan dukungan pelayanan kepabeanan guna memastikan kelancaran proses ekspor perdana tersebut.

Dia menilai diversifikasi pasar ekspor menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan perikanan Maluku.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku, nilai ekspor Maluku selama triwulan I 2026 mencapai 10,79 juta dolar AS dan seluruhnya berasal dari komoditas nonmigas. 

Tiongkok masih menjadi negara tujuan utama ekspor Maluku disusul Hongkong, sementara komoditas ikan dan udang tetap menjadi salah satu penopang utama ekspor daerah. 


 



Pewarta: Daniel Leonard
Editor : Luqman Hakim

COPYRIGHT © ANTARA 2026