Ambon (ANTARA) -
Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, mengimbau masyarakat dan panitia penyembelihan hewan kurban untuk tidak lagi menggunakan kantong plastik sebagai wadah pembagian daging kurban demi menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan.
“Pemerintah kota mengajak warga menggunakan alternatif wadah seperti daun pisang, kantong kertas, anyaman bambu, hingga baskom atau loyang sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai. Berbagi daging kurban sama dengan berbagi kebaikan, bukan berbagi sampah,” kata Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, di Ambon, Senin.
Imbauan tersebut disampaikan melalui gerakan “Kurban Tanpa Kantong Plastik” yang mengajak masyarakat beralih menggunakan wadah ramah lingkungan saat menyalurkan daging kurban pada Hari Raya Idul Adha.
Pemkot Ambon menilai penggunaan kantong plastik untuk membungkus daging kurban dapat menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat. Sampah plastik disebut membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai dan berpotensi mencemari tanah, sungai, serta laut apabila dibuang sembarangan.
Selain itu, meningkatnya penggunaan kantong plastik saat hari raya kurban juga dinilai dapat menambah beban pengelolaan sampah di daerah.
Dari sisi kesehatan, penggunaan plastik terutama yang tidak dirancang untuk makanan dinilai berisiko mencemari daging kurban dengan zat kimia berbahaya, terutama jika digunakan untuk membungkus daging yang masih panas, berlemak, atau berair.
Bodewin juga mengingatkan bahwa kantong plastik yang tidak higienis dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan kuman yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan.
Sebagai solusi, masyarakat dianjurkan menggunakan bahan alami seperti daun pisang dan daun jati yang dinilai aman, mudah terurai, dan ramah lingkungan. Selain itu, wadah berbahan kain, anyaman, serta baskom dan loyang juga disebut dapat digunakan kembali sehingga lebih mengurangi timbulan sampah.
“Melalui gerakan tersebut, kami pemerintah kota berharap pelaksanaan ibadah kurban tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Gerakan “Kurban Tanpa Kantong Plastik” turut menjadi bagian dari kampanye lingkungan Pemkot Ambon melalui slogan “Par Ambon Pung Bae” dan “Beta Par Ambon, Ambon Par Samua”.
Pewarta: Winda HermanUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.